بسم الله الرّحمن الرّحيم
Dari Ibnu Mas'ud rodhiyallohu 'anhu :
“Sesungguhnya Allah melihat hati hamba-hamba-Nya dan Allah mendapati hati Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam adalah sebaik-baik hati manusia, maka Allah pilih Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam sebagai utusan-Nya. Allah memberikan kepadanya risalah kemudian Allah melihat dari seluruh hati hamba-hamba-Nya setelah Nabi-Nya, maka didapati bahwa hati para Shahabat merupakan hati yang paling baik sesudahnya, maka Allah jadikan mereka sebagai pendamping Nabi-Nya yang mereka berperang atas agama-Nya. Apa yang dipandang kaum Muslimin (para Shahabat Rasul) itu baik, maka itu baik pula disisi Allah dan apa yang mereka (para Shahabat Rasul) pandang jelek, maka di sisi Allah itu jelek.”1)
Selamat datang di www.sohabat.org, situs sederhana ini mencoba menampilkan sejarah para Sohabat Nabi Muhammad 'Alaihi Sholatu wa Sallam yang penuh dengan hal-hal yang menakjubkan. Kalaulah sendainya riwayat tersebut tidak dinukilkan secara mutawatir (lebih dari satu orang) dan kabar tersebut tidak datang dari orang-orang yang dapat dipercaya (tsiqah) maka kita tidak mungkin mempercayainya selama-lamanya. Akan tetapi riwayat ini dinukilkan oleh banyak ulama terpercaya dari kalangan umat ini, yang tidak mungkin mereka sepakat untuk membuat kebohongan tentang sejarah Sohabat Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam. Diantaranya didalam kitab Al-Bidayah Wannihayah karangan Ibnu Katsir rohimahullah, kitab Shifatush-Shafwah karya Ibnu Al Jauzi rahimahullah.
amma ba'du,
Barangsiapa yang memperhatikan sejarah manusia, sejarah para Nabi dan Rosul, maka akan ia dapatkan bahwa seseorang pembawa kebenaran membutuhkan teman/sahabat yang dengannya ia tegar menghadapi rintangan dan fitnah yang dilancarkan oleh musuh-musuh dakwahnya, yakni dari pembawa kebathilan….
…..silahkan klik disini untuk membaca lebih lanjut
Sahaabah adalah bentuk jama' (mejemuk) dari shahib atau shahabi. Dan definisi shahabi adalah orang yang berjumpa dengan Rosulullah Alaihi Sholatu Wassalam dalam keadaan beriman kepadanya, dan mati atas (keyakinan) itu. Imam Bukhari Rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mendampingi Rosulullah Alaihi Sholatu Wassalam, atau melihatnya dari kalangan kaum muslimin, maka dia dikategorikan Sahabatnya.“….
…..silahkan klik disini untuk membaca lebih lanjut
Merupakan hal yang telah diketahui oleh setiap ulama, bahwa sesungguhnya para Sohabat rodhiyallohu 'anhum tidak berada diatas satu tingkat atau level yang sama dalam hal keutamaan. Bahkan sebagian dari mereka memilki segudang keutamaan dan tingkat kedudukan. Sesuai dengan waktu mereka masuk Islam, berhijrah, memberikan perlindungan, pembelaan, serta jihad mereka, dan sesuai dengan amalan yang mereka lakukan terhadap agama dan nabi Sholallohu 'alaihi wasallam.
…..silahkan klik disini untuk membaca lebih lanjut
Secara global, manusia yang paling utama diantara mereka adalah Sahabat yang menafkahkan hartanya dan berperang sebelum perjanjian Hudaibiyah, dimana Allah menyebutnya sebagai “Fath” (kemenangan). Mereka itu lebih baik dan lebih utama dari manusia yang menafkahkan hartanya dan berperang setelah itu. Dasar keutamaan mereka adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :”Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.” (Al-Hadid:10)
Peserta perang Badar dari orang Muhajirin dan Anshar mendapatkan kekhususasan dengan suatu kemuliaan. Yaitu Allah melihat mereka, lalu berkata:”Lakukanlah apa yang kalian kehendaki, sungguh Aku telah mengampuni kalian.” Mereka berjumlah 314 (tiga ratus empat belas) orang sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari, Muslim dan lain-lainnya.
Peserta perang Uhud dan Ahzab (perang Khandak) dan lainnya mengalami cobaan, perjuangan dan kesabaran, melebihi (cobaan, perjuangan dan kesabaran) orang yang tidak pernah menghadiri peperangan itu dari generasi setelah mereka, dan karunia Allah amat agung.
Diantara keistimewaan yang dikaruniakan oleh Allah kepada peserta Bai'at Ridhwan yang terjadi di daerah Hudaibiyah, yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar adalah: bahwa sesungguhnya Allah telah ridho kepada mereka, dan bahwasanya Allah tidak akan memasukkan seorangpun yang ikut berbai'at di bawah pohon Ridhwan ke dalam api Neraka. Jumlah mereka lebih dari seribu empat ratus orang. Hal ini jelas-jelas disebutkan dalam Al-Qur'an pada firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : ”Sesungguhnya Allah telah ridho terhadap orang-orang mukmin ketika merka berjanji setia kepadamu di bawah pohon…” (Al-Fath:18)
Diantara keutamaan yang hanya dimiliki sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk Surga, adalah Nabi Sholallohu 'alaihi wa Sallam mengkhususkan mereka dengan kesaksian masuk Surga, mereka itu adalah :
-
-
-
-
-
Zubair bin Awwam
Sa'ad bin Abi Waqqash
Said bin Zaid
'Abdurrahman bin Auf
Abu 'Ubaidah 'Amir bin Jarrah