Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.
| sohabat:abu-bakar 2008/01/19 09:18 | sohabat:abu-bakar 2008/02/10 10:02 sekarang | ||
|---|---|---|---|
| Baris 1: | Baris 1: | ||
| - | ======Abu Bakar Ash-Shidiq====== | + | ======Abu Bakar Ash-Shiddiq====== |
| + | |||
| + | |||
| =====Nama dan Nasab Abu Bakar===== | =====Nama dan Nasab Abu Bakar===== | ||
| - | Nama lengkap Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Sedangkan nama ibu beliau adalah Ummul Khair Salma binti Shakhr bin Akir, yang meninggal dunia sebagai seorang muslimah.((Dari Urwah bin Az-Zubair,dia berkata, "Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Beliau ikut serta dalam perang Badar bersama-sama dengan Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam//. Sedangkan ibu Abu Bakar adalah Ummul Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Lu'ai bin Ghalib bin Fahr bin Malik. Ibu dari Ummul Khair (nenek Abu Bakar) adalah Amimah binti Ubaid bin An-Naqid Al Khaza'i. Sedangkan nenek Abu Bakar yang satunya lagi adalah Ummu Abi Quhafah Aminah binti Abdil Uzza bin Haritsan bin Auf bin Ubaid bin Uwaij bin Adi bin Ka'ab." Al-Haitsami mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan kualitas sanad yang hasan (Al Majma' IX/40). Menurutku (pen. Ibnul Jauzi), hadits ini juga diriwayatkan oleh al Hakim (III/61).)) | + | Nama lengkap Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Sedangkan nama ibu beliau adalah Ummul Khair Salma binti Shakhr bin Akir, yang meninggal dunia sebagai seorang muslimah.((Dari Urwah bin Az-Zubair,dia berkata, "Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Ka'ab |
| - | Sedangkan kalau Abu Bakar diberi nama Atiq, maka alasannya ada tiga pendapat:((Menurutku (muhaqiq), telah datang beberapa riwayat yang menjelaskan mengapa Abu Bakar diberi nama Atiq. Diantaranya adalah riwayat yang berasal dari Abdullah bin Az-Zubair bahwa Nabi Shallallohu 'alaihi wa sa sallam menyaksikan Abu Bakar Radhyallahu 'anhu bersabda, "Haadza 'atiiqullaahi minan-naar (artinya: ini adalah orang yang dibebaskan Allah dari neraka)." Semenjak hari itu Abu Bakar diberi nama Atiq. Sedangkan nama beliau sebelum itu adalah Abdullah bin Utsman. Al Haitsami berkata, "Hadits tersebut diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Ath-Thabrani. Para perawi keduanya tergolong orang-orang yang //tsiqah//...)) | ||
| - | A. Riwayat yang berasal dari Aisyah bahwa dia pernah ditanya,"Mengapa Abu Bakar diberi nama Atiq (orang yang dibebaskan)?"Dia menjawab, "Karena Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// telah melihatnya, "Lalu beliau (bersabda,"Haadza 'atiiqullaahi minan-nar (artinya: ini adalah orang yang dibebaskan Allah dari Neraka)."\\ | + | A. Riwayat yang berasal dari Aisyah bahwa dia pernah ditanya,"Mengapa Abu Bakar diberi nama Atiq (orang yang dibebaskan)?" Dia menjawab, "Karena Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// telah melihatnya, "Lalu beliau (bersabda,"Haadza 'atiiqullaahi minan-nar (artinya: ini adalah orang yang dibebaskan Allah dari Neraka)."\\ |
| B. Nama Atiq adalah nama yang diberikan oleh ibu beliau. Pendapat ini dikemukakan oleh Musa bin Thalhah\\ | B. Nama Atiq adalah nama yang diberikan oleh ibu beliau. Pendapat ini dikemukakan oleh Musa bin Thalhah\\ | ||
| C. Atiq (artinya:sesuatu yang sangat menakjubkan). Dinamakan seperti itu karena wajah beliau sangat tampan. Pendapat ini dikemukakan oleh Al-Laitsi bin Sa'ad. | C. Atiq (artinya:sesuatu yang sangat menakjubkan). Dinamakan seperti itu karena wajah beliau sangat tampan. Pendapat ini dikemukakan oleh Al-Laitsi bin Sa'ad. | ||
| - | Ibnu Qutaibah berkata, Nabi //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// memberi julukan kepada Abu Bakar Ash-Shidiq dengan nama Atiq dilatarbelakangi ketampanan wajahnya. Bahkan Nabi //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// juga memberinya gelar //Ash-Shidiq//. Rasulullah sendiri pernah bersabda,//' sepeninggalku nanti akan ada 12 kekhilafahan. Abu Bakar Ash-Shidiq akan memerintah dalam waktu yang tidak begitu lama.'// ((Hadits ini berkualitas //hasan// dan diriwayatkan oleh Abul Qasim Al baghawi. Hadits ini juga telah dianggap //hasan// oleh Al Hafizh As-Suyuthi. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabrani(I/12,142) dalam kitab //Al Ausath//. Al Haitsami berkata, "Di dalam rangkaian //sanad// hadits ini terdapat perawi yang bernama Mathlab bin Syu'aib." Ibnu Adi berkata, "Aku tidak pernah melihatnya meriwayatkan hadits //mungkar// kecuali hanya pada hadits ini." Sedang-kan perawi yang lainnya termasuk orang-orang yang //tsiqah//. Lihat kitab //Al Majma'//(V/178), juga kitab //Al Kamil// karya Ibnu Adi (IV/1542) )) | + | Ibnu Qutaibah berkata, Nabi //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// memberi julukan kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq dengannama Atiq dilatarbelakangi ketampanan wajahnya. Bahkan Nabi //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// juga memberinya gelar //Ash-Shiddiq//. Rasulullah sendiri pernah bersabda,//' sepeninggalku nanti akan ada 12 kekhilafahan. Abu Bakar Ash-Shiddiq akan memerintah dalam waktu yang tidak begitu lama.'// ((Hadits ini berkualitas //hasan// dan diriwayatkan oleh Abul Qasim Al baghawi. Hadits ini juga telah dianggap //hasan// oleh Al Hafizh As-Suyuthi. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabrani(I/12,142) dalam kitab //Al Ausath//. Al Haitsami berkata, "Di dalam rangkaian //sanad// hadits ini terdapat perawi yang bernama Mathlab bin Syu'aib." Ibnu Adi berkata, "Aku tidak pernah melihatnya meriwayatkan hadits //mungkar// kecuali hanya pada hadits ini." Sedang-kan perawi yang lainnya termasuk orang-orang yang //tsiqah//. Lihat kitab //Al Majma'//(V/178), juga kitab //Al Kamil// karya Ibnu Adi (IV/1542) )) |
| - | Ali bin Abi Thalib bersumpah dengan nama Allah bahwa Allah-lah yang telah menurunkan dari langit nama Ash-Shidiq untuk Abu Bakar.((Keterangan ini berasal dari hakim bin Sa'ad, dia berkata, "Aku telah mendengar Ali bersumpah dengan nama Allah bahwa Dia menurunkan dari langit nama Ash-Shidiq untuk Abu Bakar." Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan para perawi yang //tsiqah//." Lihat kitab //Al Majma'//(IX/41).)) | + | Ali bin Abi Thalib bersumpah dengan nama Allah bahwa Allah-lah yang telah menurunkan dari langit nama Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar.((Keterangan ini berasal dari hakim bin Sa'ad, dia berkata, "Aku telah mendengar Ali bersumpah dengan nama Allah bahwa Dia menurunkan dari langit nama Ash-Shiddiq untuk Abu Bakar." Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan para perawi yang //tsiqah//." Lihat kitab //Al Majma'//(IX/41).)) |
| =====Sifat-sifat Abu Bakar===== | =====Sifat-sifat Abu Bakar===== | ||
| - | |||
| - | Abu Bakar //radhiyallohu 'anhu// adalah seorang yang berperawakan kurus, kedua pipinya tidak terlalu terisi daging, wajahnya mudah sekali berkeringat, dahinya agak sedikit menonjol, dan sangat memiliki belas kasihan kepada orang lain. Biasanya dia mengenakan sarung mencapai pinggang, tulang pangkal jari-jemarinya terlihat menonjol, serta suka mengenakan daun pacar dan daun katam untuk mewarnai rambutnya yang sudah beruban.((Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia pernah melihat seorang lelaki lewat, sedangkan Aisyah sendiri sedang berada diatas tandu yang diletakan di punggung unta. Lalu Aisya berkata, "Aku tidak pernah melihat orang yang sangat mirip dengan Abu Bakar melebihi lelaki ini." Lalu dikatakan kepada Aisyah, "Sebutkanlah ciri-ciri Abu Bakar kepada kami!" Maka Aisyah menjawab, Beliau adalah seorang lelaki yang berperawakan kurus, daging kedua pipinya tidak terlalu tebal, dan sangat berbelas kasihan kepada orang lain. Beliau biasa memakai sarung sampai mencapai pinggang, wajahnya mudah sekali berkeringat, kedua matanya cekung, dahinya sedikit agak menonjol, dan pangkal tulang jari-jemarinya terlihat menonjol. Demikianlah ciri-ciri yang dimiliki Abu Bakar." Al Haitsami berkata, Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Hanya saja didalam rangkaian //sanad//-nya ada Al Waqidi, dia adalah perawi yang //dhai'f//" Lihat kitab //Al Majma'// (IX/42) )) | ||
| Diriwayatkan dari Anas //radhiyallohu 'anhu//, dia berkata: "Abu Bakar adalah orang yang suka memakai daun pacar dan daun katam untuk mewarnai rambutnya."((Diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin, dia berkata, "Aku bertanya kepada Anas mengenai daun pacar yang dikenakan Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam//. Maka dia berkata, "sesungguhnya Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// tidak memiliki uban dikepalanya kecuali hanya sedikit. Berbeda dengan Abu Bakar dan Umar yang memiliki banyak uban sehingga keduanya mewarnai rambutnya dengan daun pacar atau daun katam. Setelah Fathu makkah, Abu Bakar pernah datang dengan ayahnya, yakni Abu Quhafah, untuk menghadap Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam//. Dia mempersilakan ayahnya untuk duduk dihadapan beliau. Maka, Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// bersabda kepada Abu bakar, //'Andai kamu mempersilakan orangtuamu untuk duduk dirumahnya, pasti aku akan datang kepadanya sebagai bentuk penghormatanku kepada Abu Bakar'//. Akhirnya Abu Quhafah memeluk agama Islam, sedangkan rambut kepala dang jenggotnya sudah putih semua seperti bunga tsaghamah yang berwarna putih. Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// bersabda,//'Ubahlah warna rambut itu dan hindarilah pewarna hitam!'// Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya'la dan Al Bazzar. Ujung hadits ini juga disebutkan dalam kitab //As-shahih//. Sedangkan para perawi Ahmad merupakan orang-orang yang telah meriwayatkan hadits //shahih//." Lihat kitab //Al Majma'//(V/159-160).)) | Diriwayatkan dari Anas //radhiyallohu 'anhu//, dia berkata: "Abu Bakar adalah orang yang suka memakai daun pacar dan daun katam untuk mewarnai rambutnya."((Diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin, dia berkata, "Aku bertanya kepada Anas mengenai daun pacar yang dikenakan Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam//. Maka dia berkata, "sesungguhnya Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// tidak memiliki uban dikepalanya kecuali hanya sedikit. Berbeda dengan Abu Bakar dan Umar yang memiliki banyak uban sehingga keduanya mewarnai rambutnya dengan daun pacar atau daun katam. Setelah Fathu makkah, Abu Bakar pernah datang dengan ayahnya, yakni Abu Quhafah, untuk menghadap Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam//. Dia mempersilakan ayahnya untuk duduk dihadapan beliau. Maka, Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// bersabda kepada Abu bakar, //'Andai kamu mempersilakan orangtuamu untuk duduk dirumahnya, pasti aku akan datang kepadanya sebagai bentuk penghormatanku kepada Abu Bakar'//. Akhirnya Abu Quhafah memeluk agama Islam, sedangkan rambut kepala dang jenggotnya sudah putih semua seperti bunga tsaghamah yang berwarna putih. Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// bersabda,//'Ubahlah warna rambut itu dan hindarilah pewarna hitam!'// Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya'la dan Al Bazzar. Ujung hadits ini juga disebutkan dalam kitab //As-shahih//. Sedangkan para perawi Ahmad merupakan orang-orang yang telah meriwayatkan hadits //shahih//." Lihat kitab //Al Majma'//(V/159-160).)) | ||
| - | Dari Qais bin Abi Hazim dia berkata, "Aku bersama-sama dengan ayahku berkunjung kerumah Abu Bakar. Dia adalah seorang yang berperawakan kurus, tidak terlalu banyak daging dipipinya, dan berambut putih."((Diriwayatkan dari Muawiyah, dia berkata, "Aku bersama ayahku berkunjung kerumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Lalu aku melihat Asma' berdiri dihadapan beliau, sedangkan rambut Abu Bakar sudah putih semua. Aku benar-benar melihat Abu Bakar sebagai seorang yang telah beruban dan berperawakan kurus. Dia menaikanku dan ayahku keatas dua ekor kuda. Kemudian kami pamit kepadanya, dan diapun mempersilakan kami untuk pergi." Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan para perawi yang biasa meriwayatkan didalam kitab //Ash-Shahih//."Lihat //Al majma'//(IX/42))) | + | Dari Qais bin Abi Hazim dia berkata, "Aku bersama-sama dengan ayahku berkunjung kerumah Abu Bakar. Dia adalah seorang yang berperawakan kurus, tidak terlalu banyak daging dipipinya, dan berambut putih."((Diriwayatkan dari Muawiyah, dia berkata, "Aku bersama ayahku berkunjung kerumah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Lalu aku melihat Asma' berdiri dihadapan beliau, sedangkan rambut Abu Bakar sudah putih semua. Aku benar-benar melihat Abu Bakar sebagai seorang yang telah beruban dan berperawakan kurus. Dia menaikanku dan ayahku keatas dua ekor kuda. Kemudian kami pamit kepadanya, dan diapun mempersilakan kami untuk pergi." Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dengan para perawi yang biasa meriwayatkan didalam kitab //Ash-Shahih//."Lihat //Al majma'//(IX/4//shallallahu 'alaihi wa sallam//2))) |
| =====Pemeluk Islam Pertama===== | =====Pemeluk Islam Pertama===== | ||
| - | Hassan bin Tsabit, Ibnu Abbas, Asma' binti Abi Bakar, dan Ibrahim An-Nakha'i berkata, " Orang yang pertama kali memeluk agama Islam adalah Abu Bakar."((Al Hafizh berkata, "Jumhur ulama sepakat bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama kali memeluk agama Islam dari kalangan laki-laki dewasa." Lihat //Fathul Bari //(VII/207) Ibnu Asakir meriwayatkan hadits ini dengan //sanad// yang baik dari Muhammad bin Sa'ad bin Abi Waqash, bahwa dia berkata kepada ayahnya,"Apakah Abu Bakar Ash-Shidiq merupakan orang yang pertama kali masuk Islam diantara kalian?" Sa'ad menjawab, "Tidak, akan tetapi ada sekitar lima orang yang memeluk Islam lebih dahulu dibandingkan dia. Hanya saja dia memang orang yang kualitas Islamnya paling bagus diantara kita." Ibnu Katsir berkata, "Yang jelas, anggota keluarga Rasulullah adalah orang-orang yang memeluk Islam lebih awal dibandingkan orang lain. Mereka itu adalah istri beliau Khadijah, hamba sahaya beliau yang bernama Zaid, istri Zaid yang bernama Ummu Aiman, kemudian Ali dan Waraqah.)) | + | Hassan bin Tsabit, Ibnu Abbas, Asma' binti Abi Bakar, dan Ibrahim An-Nakha'i berkata, " Orang yang pertama kali memeluk agama Islam adalah Abu Bakar."((Al Hafizh berkata, "Jumhur ulama sepakat bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama kali memeluk agama Islam dari kalangan laki-laki dewasa." Lihat //Fathul Bari //(VII/207) Ibnu Asakir meriwayatkan hadits ini dengan //sanad// yang baik dari Muhammad bin Sa'ad bin Abi Waqash, bahwa dia berkata kepada ayahnya,"Apakah Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan orang yang pertama kali masuk Islam diantara kalian?" Sa'ad menjawab, "Tidak, akan tetapi ada sekitar lima orang yang memeluk Islam lebih dahulu dibandingkan dia. Hanya saja dia memang orang yang kualitas Islamnya paling bagus diantara kita." Ibnu Katsir berkata, "Yang jelas, anggota keluarga Rasulullah adalah orang-orang yang memeluk Islam lebih awal dibandingkan orang lain. Mereka itu adalah istri beliau Khadijah, hamba sahaya beliau yang bernama Zaid, istri Zaid yang bernama Ummu Aiman, kemudian Ali dan Waraqah.)) |
| - | Yusuf bin Ya'kub bin Al Majasyun berkata, "Aku masih sempat menjumpai kehidupan ayahku dan beberapa orang syaikhku. Mereka itu adalah Muhammad bin Al Munkadir, Rabi'ah bin Abi Abdirrahman, Shalih bin Kaisan, Sa'ad bin Ibrahim, dan Utsman bin Muhammad al Akhnasi. Mereka semua tidak meragukan bahwa Abu Bakar Ash-Shidiq adalah orang yang pertamakali memeluk agama Islam." | + | Yusuf bin Ya'kub bin Al Majasyun berkata, "Aku masih sempat menjumpai kehidupan ayahku dan beberapa orang syaikhku. Mereka itu adalah Muhammad bin Al Munkadir, Rabi'ah bin Abi Abdirrahman, Shalih bin Kaisan, Sa'ad bin Ibrahim, dan Utsman bin Muhammad al Akhnasi. Mereka semua tidak meragukan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang pertamakali memeluk agama Islam." |
| - | + | ||
| - | Diriwayatkan dari Ibnu Abbas //radiyallohu 'Anhuma// bahwa dia berkata, "Orang yang pertama kali mengerjakan Shalat adalah Abu Bakar //radiyallohu 'anhu//."((Menurutku, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Khaitasamah dengan kualitas //sanad// yang shahih dari Zaid bin Arqam, dia berkata, "Orang yang pertamakali mengerjakan shalat bersama Nabi //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// adalah Abu Bakar Ash-Shidiq." Ath-Thabrani juga menyebutkan riwayat yang telah disebutkan oleh penulis diatas. Hanya saja kualitas hadits tersebut tergolong sangat //dha'if//. Di dalam rangkaian //sanad//-nya terdapat Al Haitsam binAdi. Dia adalah perawi yang //matruk//, sebagaimana disebutkan oleh Al Haitsami dalam kitab //Al Majma'//(IX/43).)) | + | |
| - | + | ||
| - | Diriwayatkan udari Ibrahim, dia berkata, "Orang yang pertamakali mengerjakan shalat (dari kalangan umat Muhammad) adalah Abu Bakar." | + | |
| + | Diriwayatkan dari Ibnu Abbas //radiyallohu 'Anhuma// bahwa dia berkata, "Orang yang pertama kali mengerjakan Shalat adalah Abu Bakar //radiyallohu 'anhu//."((Menurutku, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Khaitasamah dengan kualitas //sanad// yang shahih dari Zaid bin Arqam, dia berkata, "Orang yang pertamakali mengerjakan shalat bersama Nabi //Shallallohu 'alaihi wa sa sallam// adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq." Ath-Thabrani juga menyebutkan riwayat yang telah disebutkan oleh penulis diatas. Hanya saja kualitas hadits tersebut tergolong sangat //dha'if//. Di dalam rangkaian //sanad//-nya terdapat Al Haitsam binAdi. Dia adalah perawi yang //matruk//, //shallallahu 'alaihi wa sallam//sebagaimana disebutkan oleh Al Haitsami dalam kitab //Al Majma'//(IX/43).)) | ||
| + | Diriwayatkan dari Ibrahim, dia berkata, "Orang yang pertama kali mengerjakan shalat (dari kalangan umat Muhammad) adalah Abu Bakar." | ||
| =====Putra-Putri Abu Bakar===== | =====Putra-Putri Abu Bakar===== | ||
| - | Diantara putra-putri Abu Bakar Ash-Shidiq adalah Abdullah dan Asma' yang mendapatkan julukan Dzatun-Nithaqain. Ibu dari kedua anak ini adalah Qutailah. Anak Abu Bakar yang lainnya adalah Absurrahman dan Aisyah, keduanya berasal dari ibu yang bernama Ummu Ruman. Kemudian anak beliau yang lain lagi adalah Muhammad. Ibu anak ini bernama Asma' bin Umais. | + | Diantara putra-putri Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdullah dan Asma' yang mendapatkan julukan Dzatun-Nithaqain. Ibu dari kedua anak ini adalah Qutailah. Anak Abu Bakar yang lainnya adalah Abdurrahman dan Aisyah, keduanya berasal dari ibu yang bernama Ummu Ruman. Kemudian anak beliau yang lain lagi adalah Muhammad. Ibu anak ini bernama Asma' bin Umais. |
| - | Anak Abu Bakar lainnya adalah Ummu Kultsum. Ibu dari putrinya yang satu ini adalah Habibah binti Kharijah bin Zaid. Ceritanya, ketika Abu Bakar Ash-Shidiq hijrah ke Madinah, beliau singgah di rumah Kharijah. Lalu beliau menikah dengan putrinya yang bernama Habibah tersebut. | + | Anak Abu Bakar lainnya adalah Ummu Kultsum. Ibu dari putrinya yang satu ini adalah Habibah binti Kharijah bin Zaid. Ceritanya, ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq hijrah ke Madinah, beliau singgah di rumah Kharijah. Lalu beliau menikah dengan putrinya yang bernama Habibah tersebut. |
| Mengenai Abdullah, dia sempat ikut serta pada perang Tha'if. Sedangkan Asma', dia dinikahi oleh Az Zubair dan sempat melahirkan beberapa putra. Namun kemudian Az Zubair menceraikannya. Dia terus hidup bersama putranya yang bernama Abdullah sampuai akhirnya putranya tersebut terbunuh. Asma' sendiri meninggal dalam usia 100 tahun. | Mengenai Abdullah, dia sempat ikut serta pada perang Tha'if. Sedangkan Asma', dia dinikahi oleh Az Zubair dan sempat melahirkan beberapa putra. Namun kemudian Az Zubair menceraikannya. Dia terus hidup bersama putranya yang bernama Abdullah sampuai akhirnya putranya tersebut terbunuh. Asma' sendiri meninggal dalam usia 100 tahun. | ||
| Adapun Abdurrahman, dia sempat ikut perang Badar bersama-sama orang musyrik. Namun kemudian dia memeluk agama Islam. Berbeda lagi dengan Muhammad, dia termasuk ahli ibadah dari kalangan orang-orang Quraisy. Hanya saja dia memberikan pertolongan kepada Utsman pada hari kekhalifahannya dikudeta. Diapun telah di angkat oleh Ali bin Abi Thalib sebagai penguasa di Mesir. Hanya saja akhirnya dia di bunuh oleh orang-orang Mu'awiyah di negeri tersebut. Sedangkan Ummi Kultsum, dia dinikahi oleh Thalhah bin Ubaidillah //radhiyallahu 'anhu//. | Adapun Abdurrahman, dia sempat ikut perang Badar bersama-sama orang musyrik. Namun kemudian dia memeluk agama Islam. Berbeda lagi dengan Muhammad, dia termasuk ahli ibadah dari kalangan orang-orang Quraisy. Hanya saja dia memberikan pertolongan kepada Utsman pada hari kekhalifahannya dikudeta. Diapun telah di angkat oleh Ali bin Abi Thalib sebagai penguasa di Mesir. Hanya saja akhirnya dia di bunuh oleh orang-orang Mu'awiyah di negeri tersebut. Sedangkan Ummi Kultsum, dia dinikahi oleh Thalhah bin Ubaidillah //radhiyallahu 'anhu//. | ||
| - | |||
| - | |||
| =====Perilaku Baik Abu Bakar===== | =====Perilaku Baik Abu Bakar===== | ||
| Diriwayatkan dari Asma' binti abu bakar, dia berkata: Ada orang minta tolong datang kepada Abu Bakar. lalu dikatakan kepada Abu bakar, "Tolonglah sahabatmu itu! (Maksudnya adalah //Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam//)." | Diriwayatkan dari Asma' binti abu bakar, dia berkata: Ada orang minta tolong datang kepada Abu Bakar. lalu dikatakan kepada Abu bakar, "Tolonglah sahabatmu itu! (Maksudnya adalah //Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam//)." | ||
| - | Maka, Abu Bakar keluar dari sisi kami. Sesungguhnya ketika itu Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// memiliki empat buah ramubut yang dijalin. Maka, Abu Bakar masuk ke dalam Masjidil Haram sambil berkata, "Celaka kalian semua...Apakah kalian membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: //"Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu."// (Qs. Ghaafir (40):28) | + | Maka, Abu Bakar keluar dari sisi kami. Sesungguhnya ketika itu Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// memiliki empat buah rambut yang dijalin. Maka, Abu Bakar masuk ke dalam Masjidil Haram sambil berkata, "Celaka kalian semua...Apakah kalian membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: //"Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu."// (Qs. Ghaafir (40):28) |
| Maka orang-orang kafir Quraisy meninggalkan Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// dan menghampiri Abu Bakar. Namun, setelah itu Abu Bakar kembali kepada kita tanpa memegang sedikit pun jalinan rambut milik Rasulullah. Yang dia lakukan hanyalah membawa Rasulullah sambil berkata, "Maha Tinggi Engkau, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia."((Menurutku (muhaqiq), kisah ini sebetulnya berasal dari Imam Bukhari yang disebutkan di dalam kitab Shahihnya (3856). Sedangkan redaksi cerita yang disebutkan oleh Imam Ibnu Jauzi diatas bersumber dari riwayat Abu Ya'la dengan kualitas //sanad// yang //hasan//. Hal ini sebagaimana di katakan oleh Al Hafizh di dalam kitab //Al Fath// (VII/207). Al Hafizh telah memberitakan komentar tentang kisah ini di dalam kitab //Fathul Bari// sebagai berikut: Abu Ya'la dan Al Bazzar meriwayatkan dengan kualitas //sanad// yang //shahih// dari sahabat Anas //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata, "Orang-orang Quraisy sempat memukul Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// sekali sehingga beliau sampai tidak sadarkan diri." Lalu Abu Bakar berdiri sembari menyeru, "Sungguh celaka kalian semua. Apakah kalian akan membunuh seoraung laki-laki yang telah mengatakan 'Tuhanku adalah Allah'?" Lalu orang-orang meninggalkan Rasulullah dan ganti menghampiri Abu Bakar. Riwayat ini tergolong riwayat marasilush-shahabah (riwayat //mursal// yang dikemukakan oleh sahabat).)) | Maka orang-orang kafir Quraisy meninggalkan Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// dan menghampiri Abu Bakar. Namun, setelah itu Abu Bakar kembali kepada kita tanpa memegang sedikit pun jalinan rambut milik Rasulullah. Yang dia lakukan hanyalah membawa Rasulullah sambil berkata, "Maha Tinggi Engkau, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia."((Menurutku (muhaqiq), kisah ini sebetulnya berasal dari Imam Bukhari yang disebutkan di dalam kitab Shahihnya (3856). Sedangkan redaksi cerita yang disebutkan oleh Imam Ibnu Jauzi diatas bersumber dari riwayat Abu Ya'la dengan kualitas //sanad// yang //hasan//. Hal ini sebagaimana di katakan oleh Al Hafizh di dalam kitab //Al Fath// (VII/207). Al Hafizh telah memberitakan komentar tentang kisah ini di dalam kitab //Fathul Bari// sebagai berikut: Abu Ya'la dan Al Bazzar meriwayatkan dengan kualitas //sanad// yang //shahih// dari sahabat Anas //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata, "Orang-orang Quraisy sempat memukul Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// sekali sehingga beliau sampai tidak sadarkan diri." Lalu Abu Bakar berdiri sembari menyeru, "Sungguh celaka kalian semua. Apakah kalian akan membunuh seoraung laki-laki yang telah mengatakan 'Tuhanku adalah Allah'?" Lalu orang-orang meninggalkan Rasulullah dan ganti menghampiri Abu Bakar. Riwayat ini tergolong riwayat marasilush-shahabah (riwayat //mursal// yang dikemukakan oleh sahabat).)) | ||
| Baris 58: | Baris 53: | ||
| Abu Ya'la juga meriwayatkan dengan kualitas sanad yang hasan dengan redaksi yang cukup panjang. Riwayat itu berasal dari Asma' binti Abu Bakar bahwa orang-orang telah berkata kepadanya, "Perlakuan sadis apa yang pernah kamu lihat dilakukan orang-orang musyrik terhadap diri Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//?" | Abu Ya'la juga meriwayatkan dengan kualitas sanad yang hasan dengan redaksi yang cukup panjang. Riwayat itu berasal dari Asma' binti Abu Bakar bahwa orang-orang telah berkata kepadanya, "Perlakuan sadis apa yang pernah kamu lihat dilakukan orang-orang musyrik terhadap diri Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//?" | ||
| - | Lalu disebutkan riwayat yang mirip dengan redaksi Abu Ishaq di atas sebagai berikut: Lalu ada orang yang meminta toloang datang menghampiri Abu Bakar. Orang itu berkata, "Tolonglah sahabatmu!" Asma' berkata, "Lalu Abu Bakar beranjak meninggalkan kita. Sedangkan Rasulullah sendiri waktu itu memiliki empat jalinan rambut. Abu Bakar pun berkata, "Celakalah kalian semua. Apakah kalian akan membunuhnya?' Abu Bakar sama sekali tidak menyentuh keempat jalinan rambut Rasulullah sampai akhirnya dia membawanya pulang." | + | Lalu disebutkan riwayat yang mirip dengan redaksi Abu Ishaq di atas sebagai berikut: Lalu ada orang yang meminta tolong datang menghampiri Abu Bakar. Orang itu berkata, "Tolonglah sahabatmu!" Asma' berkata, "Lalu Abu Bakar beranjak meninggalkan kita. Sedangkan Rasulullah sendiri waktu itu memiliki empat jalinan rambut. Abu Bakar pun berkata, "Celakalah kalian semua. Apakah kalian akan membunuhnya?' Abu Bakar sama sekali tidak menyentuh keempat jalinan rambut Rasulullah sampai akhirnya dia membawanya pulang." |
| Kisah tentang Abu Bakar ini memiliki beberapa penguat yang lain. Di antaranya yang berasal dari Al Bazzar dari riwayat Muhammad bin Ali, dari ayahnya bahwa dia telah berkhutbah sebagai berikut, "Siapakah orang yang paling berani?" Orang-orang menjawab, "Kamu." Ali-yang tidak lain ayah Muhammad-berkata, "Kalau aku, maka tidak pernah berduel dengan seorang pun kecuali aku yang akan jadi pemenangnya. Akan tetapi orang yang paling pemberani adalah Abu Bakar. Aku pernah menyaksikan Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// telah dianiaya oleh orang-orang kafir Quraisy. Beberapa orang telah menyakiti dan menzhalimi beliau. Orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah, "Apakah kamu akan menggantikan beberapa Tuhan yang ada hanya menjadi satu Tuhan saja?' Demi Allah, tidak ada seorang pun di antara kita yang menerima ajakan beliau (untuk memeluk Islam) kecuali hanya Abu Bakar. Tetapi, tetap saja ada orang yang berusaha menyakiti Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//." Maka Abu Bakar berkata, "Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki yang berkata, 'Tuhanku adalah Allah?'" | Kisah tentang Abu Bakar ini memiliki beberapa penguat yang lain. Di antaranya yang berasal dari Al Bazzar dari riwayat Muhammad bin Ali, dari ayahnya bahwa dia telah berkhutbah sebagai berikut, "Siapakah orang yang paling berani?" Orang-orang menjawab, "Kamu." Ali-yang tidak lain ayah Muhammad-berkata, "Kalau aku, maka tidak pernah berduel dengan seorang pun kecuali aku yang akan jadi pemenangnya. Akan tetapi orang yang paling pemberani adalah Abu Bakar. Aku pernah menyaksikan Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// telah dianiaya oleh orang-orang kafir Quraisy. Beberapa orang telah menyakiti dan menzhalimi beliau. Orang-orang Quraisy berkata kepada Rasulullah, "Apakah kamu akan menggantikan beberapa Tuhan yang ada hanya menjadi satu Tuhan saja?' Demi Allah, tidak ada seorang pun di antara kita yang menerima ajakan beliau (untuk memeluk Islam) kecuali hanya Abu Bakar. Tetapi, tetap saja ada orang yang berusaha menyakiti Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//." Maka Abu Bakar berkata, "Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki yang berkata, 'Tuhanku adalah Allah?'" | ||
| Baris 68: | Baris 63: | ||
| Anas berkata, "Namun ternyata masih ada satu lubang yang tersisa. Maka, Abu Bakar menyumbat lubang itu dengan tumitnya. Barulah setelah itu Abu Bakar mempersilahkan Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// untuk masuk. Pada keesokan harinya, Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepadanya, //'Dimana bajumu wahai Abu Bakar?'// Abu Bakar memberituhukan apa yang telah dia perbuat semalam. Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// mengangkat kedua tangannya sembari berdoa, //'Ya Allah, jadikanlah Abu Bakar berada di derajatku pada hari kiamat nanti'//. Lalu Allah //'Azza wa Jalla// memberikan wahyu kepada Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//, 'Sesungguhnya Allah //Ta'ala// akan mengabulkan permohonanmu itu'." | Anas berkata, "Namun ternyata masih ada satu lubang yang tersisa. Maka, Abu Bakar menyumbat lubang itu dengan tumitnya. Barulah setelah itu Abu Bakar mempersilahkan Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// untuk masuk. Pada keesokan harinya, Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepadanya, //'Dimana bajumu wahai Abu Bakar?'// Abu Bakar memberituhukan apa yang telah dia perbuat semalam. Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// mengangkat kedua tangannya sembari berdoa, //'Ya Allah, jadikanlah Abu Bakar berada di derajatku pada hari kiamat nanti'//. Lalu Allah //'Azza wa Jalla// memberikan wahyu kepada Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//, 'Sesungguhnya Allah //Ta'ala// akan mengabulkan permohonanmu itu'." | ||
| - | Dari Az-Zuhri,(( Hadits ini berkualitas //dha'if// dan diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad (III/1/123). Aku berkata, "Hadits ini// munqathi'// (terputus) di antara mata rantai Az-Zuhri dan Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Hakim (III/77-78) secara //maushul//. Hadits ini diriwayatkan pula secara //marfu'// dari jalur Amru bin Ziyad: Kami diberitahu oleh Ghalib Al Qarfasani, dari ayahnya, dari Habib bin Abi Habib. Menurutku, nama Ghalib yang terdapat dalam rangkaian //sanad// tersebut adalah Ghalib bin Abdillah. Biografinya telah disebutkan oleh Al Hafizh di dalam kitab //Lisaanul Mizaan// (IV/413). Dalam hal ini dia berkata, "Ghalib bin Abdillah meriwayatkan hadits tersebut secara marfu' dari ayahnya, dari kakeknya yang bernama Habib bib Habib. Haditsnya telah disebutkan di dalam kitab //Mustadrak Al Hakim//. Di dalam //sanad// hadits ini juga ada perawi yang bernama Amru bin Ziyad. Dia adalah seorang perawi yang suka memalsukan hadits. Sedangkan ghalib, menurut Al Ala'i tidak diketahui dengan jelas identitasnya. Begitu juga menurut Ibnu Hazam di dalam kitab //Al Ma__h__alli//, Ghalib bin Abdillah adalah perawi yang tidak diketahui jelas identitasnya.")) dia berkata: Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepada Hassan, //"Apakah kamu memiliki komentar tentang Abu Bakar?"// Hassan menjawab, "Ya." Rasulullah bersabda, //"Kalau begitu, katakanlah dan akan aku dengarkan!"// Hassan berkata, "Dialah orang kedua ketika (sedang bersama) Anda di dalam sebuah gua yang tinggi, padahal pihak musuh telah mengepung gunung ketika dia telah mendaki gunung tersebut. Sungguh semua orang telah mengetahui bahwa rasa cintanya kepada Rasulullah tidak ada seorang pun manusia di muka bumi ini yang bisa menandinginya." Maka, Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya. Setelah itu beliau bersabda, //"Kamu berkata benar, wahai Hassan! Abu Bakar memang seperti yang telah kamu tuturkan."// | + | Dari [[umar-khattab| Umar bin Khattab]] //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// memerintahkan kami untuk bershadaqah. Kebetulan pada waktu itu aku memiliki harta untuk di shadaqahkan. Maka aku pun berkata, "Pada hari ini aku akan berusaha manandingi amal Abu Bakar." Aku menshadaqahkan separuh harta milikku. Namun Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepadaku, //'Apakah kamu tidak menyisakan untuk keluargamu?'// Aku menjawab, 'Masih ada separuhnya lagi'. Ternyata Abu Bakar menshadaqahkan seluruh harta miliknya. Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepadanya, //'Apakah kamu tidak menyisakan harta untuk keluargamu?'// Abu Bakar menjawab, 'Aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya bagi mereka semua'. Maka aku berkata, 'Aku selamanya tidak akan pernah bisa menyaingimu dalam suatu apa pun'."(( Hadits ini berkualitas //shahih// dan diriwayatkan oleh Abu Daud (1678) dari riwayat Ahmad bin Shalih dan Utsman bin Abi Syaibah. Tirmidzi juga menyebutkan hadits ini di dalam kitab //Al Manaqib// (3675) dari Harun bin Abdillah. Ketiga perawi hadits ini mendapatkan riwayat hadits ini dari Abu Nu'aim Al Fadhl bin Dakin, dari Hisyam bin Sa'ad. Sedangkan Tirmidzi sendiri telah berkata, "Hadits ini berkualitas //hasan shahih//.")) |
| - | + | ||
| - | Dari Umar bin Khattab //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// memerintahkan kami untuk bershadaqah. Kebetulan pada waktu itu aku memiliki harta untuk di shadaqahkan. Maka aku pun berkata, "Pada hari ini aku akan berusaha manandingi amal Abu Bakar." Aku menshadaqahkan separuh harta milikku. Namun Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepadaku, //'Apakah kamu tidak menyisakan untuk keluargamu?'// Aku menjawab, 'Masih ada separuhnya lagi'. Ternyata Abu Bakar menshadaqahkan seluruh harta miliknya. Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda kepadanya, //'Apakah kamu tidak menyisakan harta untuk keluargamu?'// Abu Bakar menjawab, 'Aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya bagi mereka semua'. Maka aku berkata, 'Aku selamanya tidak akan pernah bisa menyaingimu dalam suatu apa pun'."(( Hadits ini berkualitas //shahih// dan diriwayatkan oleh Abu Daud (1678) dari riwayat Ahmad bin Shalih dan Utsman bin Abi Syaibah. Tirmidzi juga menyebutkan hadits ini di dalam kitab //Al Manaqib// (3675) dari Harun bin Abdillah. Ketiga perawi hadits ini mendapatkan riwayat hadits ini dari Abu Nu'aim Al Fadhl bin Dakin, dari Hisyam bin Sa'ad. Sedangkan Tirmidzi sendiri telah berkata, "Hadits ini berkualitas //hasan shahih//.")) | + | |
| Dari Qais //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// telah memerdekakan Bilal dengan cara membelinya (dari tuannya). Ketika itu Bilal sedang disiksa dengan cara ditindih batu. Abu Bakar membelinya dengan emas sebanyak 5 //uqiyah//. Maka orang-orang berkata kepada Abu Bakar, "Seandainya kamu tidak menyepakati harga itu dan hanya menawar seharga satu //uqiyah// emas, pasti kami akan menjual Bilal kepadamu." Abu Bakar balik menjawab, "Seandainya kalian menjualnya seharga 100 //uqiyah//, pasti aku pun akan memerdekakannya."(( Diriwayatkan dari Urwah, dia berkata, "Abu Bakar telah memerdekakan tujuh orang yang disiksa karena telah beriman kepada Allah. Di antaranya adalah Bilal dan Amir bin Fuhairah." Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Sedangkan para perawi hadits ini sampai dengan mata rantai. Urwah adalah orang-orang yang meriwayatkan di dalam kitab //Ash-Shahih//." Lihat kitab //Al Majma' (IX/50)//. Menurutku, hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.)) | Dari Qais //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// telah memerdekakan Bilal dengan cara membelinya (dari tuannya). Ketika itu Bilal sedang disiksa dengan cara ditindih batu. Abu Bakar membelinya dengan emas sebanyak 5 //uqiyah//. Maka orang-orang berkata kepada Abu Bakar, "Seandainya kamu tidak menyepakati harga itu dan hanya menawar seharga satu //uqiyah// emas, pasti kami akan menjual Bilal kepadamu." Abu Bakar balik menjawab, "Seandainya kalian menjualnya seharga 100 //uqiyah//, pasti aku pun akan memerdekakannya."(( Diriwayatkan dari Urwah, dia berkata, "Abu Bakar telah memerdekakan tujuh orang yang disiksa karena telah beriman kepada Allah. Di antaranya adalah Bilal dan Amir bin Fuhairah." Al Haitsami berkata, "Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Sedangkan para perawi hadits ini sampai dengan mata rantai. Urwah adalah orang-orang yang meriwayatkan di dalam kitab //Ash-Shahih//." Lihat kitab //Al Majma' (IX/50)//. Menurutku, hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.)) | ||
| + | |||
| + | |||
| + | |||
| + | |||
| + | |||
| ===== Keutamaan dan Perjalanan Hidup Abu Bakar ===== | ===== Keutamaan dan Perjalanan Hidup Abu Bakar ===== | ||
| - | Para ulama ahli sejarah menyebutkan bahwa Abu Bakar ikut perang Badar bersam-sama dengan Rasulullah dan juga ikut pada peperangan yang lain. Dia tidak pernah absen dalam setiap peperangan. Pada waktu perang Uhud, tepatnya ketika orang-orang Islam sudah mulai terdesak, Abu Bakar masih setia di barisan peperangan. Abu Bakar juga telah dipercaya Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// untuk memegang panji kebesaran umat Islam pada waktu perang Tabuk. | + | Para ulama ahli sejarah menyebutkan bahwa Abu Bakar ikut perang Badar bersama-sama dengan Rasulullah dan juga ikut pada peperangan yang lain. Dia tidak pernah absen dalam setiap peperangan. Pada waktu perang Uhud, tepatnya ketika orang-orang Islam sudah mulai terdesak, Abu Bakar masih setia di barisan peperangan. Abu Bakar juga telah dipercaya Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// untuk memegang panji kebesaran umat Islam pada waktu perang Tabuk. |
| - | Ketika Abu Bakar memeluk agama Islam, dia memiliki uang sebasar 40.000 Dirham. Uana itulah yang dia gunakan untuk memerdekakan para hamba sahaya yang disiksa tuannya karena memeluk agama Allah. Uang itu juga digunakan untuk memperkuat perjuangan kaum muslimin. Beliaulah orang yang pertama kali mengkodifikasikan kitab suci Al Qur'an. Abu Bakar senantiasa menjauhkan dirinya dari segala jenis minuman keras, baik pada masa jahiliyah maupun masa Islam. Beliau juga orang yang pertama kali muntah karena menjauhkan dirinya dari sesuatu yang bersifat syubhat. (( Imam As-Suyuthi berkata di dalam kitab //Al Awwaliyat//: Di antara keutamaan yang dimiliki Abu Bakar adalah ia orang yang pertama kali memeluk agama Islam, orang yang pertama kali mengkodifikasikan Al Qur'an, orang yang pertama kali menamakan lembaran Al Qur'an dengan istilah //mushaf// dengan disertai dalil atas hal tersebut, dan sebagai orang yang pertama kali disebut dengan khalifah. Ahmad meriwayatkan dari Abu Bakar bin Abi Mulaikah, dia berkata, "Abu Bakar pernah ditanya, 'Wahai //khalifatullah// (wakil Allah)!' Maka Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// berkata, 'Aku adalah //khalifatun-Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam// (wakil Nabi), dan aku ridha terhadap beliau'." )) | + | Ketika Abu Bakar memeluk agama Islam, dia memiliki uang sebasar 40.000 Dirham. Uang itulah yang dia gunakan untuk memerdekakan para hamba sahaya yang disiksa tuannya karena memeluk agama Allah. Uang itu juga digunakan untuk memperkuat perjuangan kaum muslimin. Beliaulah orang yang pertama kali mengkodifikasikan kitab suci Al Qur'an. Abu Bakar senantiasa menjauhkan dirinya dari segala jenis minuman keras, baik pada masa jahiliyah maupun masa Islam. Beliau juga orang yang pertama kali muntah karena menjauhkan dirinya dari sesuatu yang bersifat syubhat. (( Imam As-Suyuthi berkata di dalam kitab //Al Awwaliyat//: Di antara keutamaan yang dimiliki Abu Bakar adalah ia orang yang pertama kali memeluk agama Islam, orang yang pertama kali mengkodifikasikan Al Qur'an, orang yang pertama kali menamakan lembaran Al Qur'an dengan istilah //mushaf// dengan disertai dalil atas hal tersebut, dan sebagai orang yang pertama kali disebut dengan khalifah. Ahmad meriwayatkan dari Abu Bakar bin Abi Mulaikah, dia berkata, "Abu Bakar pernah ditanya, 'Wahai //khalifatullah// (wakil Allah)!' Maka Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// berkata, 'Aku adalah //khalifatun-Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam// (wakil Nabi), dan aku ridha terhadap beliau'." )) |
| Di antara keutamaan Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// yang lainnnya adalah, ia orang pertama yang diangkat sebagai khalifah dan ayahandanya masih hidup. Ia juga khalifah yang pertama kali digaji oleh rakyatnya. Bukhari meriwayatkan dari Aisyah //radhiyallahu 'anha//, dia berkata, "Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, dia pun berkata, 'Kaumku telah mengetahui bahwa mata pencaharianku masih mampu mencukupi kebutuhan keluargaku. Namun aku disibukkan menangani urusan kaum muslimin. Oleh karena itu, keluarga Abu Bakar akan makan dari harta (gaji) ini dan Abu Bakar sendiri akan menangani urusan kaum muslimin'." | Di antara keutamaan Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// yang lainnnya adalah, ia orang pertama yang diangkat sebagai khalifah dan ayahandanya masih hidup. Ia juga khalifah yang pertama kali digaji oleh rakyatnya. Bukhari meriwayatkan dari Aisyah //radhiyallahu 'anha//, dia berkata, "Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, dia pun berkata, 'Kaumku telah mengetahui bahwa mata pencaharianku masih mampu mencukupi kebutuhan keluargaku. Namun aku disibukkan menangani urusan kaum muslimin. Oleh karena itu, keluarga Abu Bakar akan makan dari harta (gaji) ini dan Abu Bakar sendiri akan menangani urusan kaum muslimin'." | ||
| - | Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Atha' bin As Sa'id, dia berkata, "Ketika Abu Bakar telah dibai'at untuk menjadi khalifah, maka pada suatu pagi beliau pergi dengan membawa kain dagangannya menuju pasar. Umar berkata, 'Kamu hendak pergi kemana?' Abu Bakar menjawab, "Mau ke pasar'. Umar berkata, 'Apa yang akan kamu kerjakan sedangkan kamu ditugaskan untuk menangani urusan kaum muslimin?' Abu Bakar menjawab, 'Lalu dari mana aku akan menafkahi keluargaku?' Umar berkata, 'Pergilah kamu (bersamaku) agar Abu Ubaidah mengalokasikan uang gaji untukmu'. Maka Abu Bakar dan Umar menjumpai Abu Ubaidah sehingga Abu Ubaidah pun berkata, 'Aku menetapkan gaji untukmu berupa bahan makanan yang standar bagi seorang laki-laki dari kalangan Muhajirin, yakni bukan makanan orang paling kaya dan juga bukan makanan orang yang paling miskin, serta pakaian pada musim dingin dan panas. Jika pakaian itu telah usang, maka kembalikanlah pakaian itu dan kamu bisa mengambil pakaian yang lain lagi'. Umar dan Abu Ubaidah juga memberi jatah Abu Bakar berupa setengah daging kambing dalam seharinya dan keperluan lainnya yang dipakai di kepala dan badan." | + | Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Atha' bin As Sa'id, dia berkata, "Ketika Abu Bakar telah dibai'at untuk menjadi khalifah, maka pada suatu pagi beliau pergi dengan membawa kain dagangannya menuju pasar. Umar berkata, 'Kamu hendak pergi kemana?' Abu Bakar menjawab, "Mau ke pasar'. Umar berkata, 'Apa yang akan kamu kerjakan sedangkan kamu ditugaskan untuk menangani urusan kaum muslimin?' Abu Bakar menjawab, 'Lalu dari mana aku akan menafkahi keluargaku?' [[umar-khattab|Umar]] berkata, 'Pergilah kamu (bersamaku) agar Abu Ubaidah mengalokasikan uang gaji untukmu'. Maka Abu Bakar dan [[umar-khattab|Umar]] menjumpai Abu Ubaidah sehingga Abu Ubaidah pun berkata, 'Aku menetapkan gaji untukmu berupa bahan makanan yang standar bagi seorang laki-laki dari kalangan Muhajirin, yakni bukan makanan orang paling kaya dan juga bukan makanan orang yang paling miskin, serta pakaian pada musim dingin dan panas. Jika pakaian itu telah usang, maka kembalikanlah pakaian itu dan kamu bisa mengambil pakaian yang lain lagi'. [[umar-khattab|Umar]] dan Abu Ubaidah juga memberi jatah Abu Bakar berupa setengah daging kambing dalam seharinya dan keperluan lainnya yang dipakai di kepala dan badan." |
| - | Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Maimun, dia berkata, "Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, maka orang-orang memberikan uang sebanyak 2000 kepadanya. Abu Bakar berkata, 'Tambahlah untukku, karena sesungguhnya aku memiliki banyak keluarga dan kamu telah membuatku tidak bisa lagi berdagang'. Maka orang 0orang menambahkan lagi sebanyak 500." | + | Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Maimun, dia berkata, "Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, maka orang-orang memberikan uang sebanyak 2000 kepadanya. Abu Bakar berkata, 'Tambahlah untukku, karena sesungguhnya aku memiliki banyak keluarga dan kamu telah membuatku tidak bisa lagi berdagang'. Maka orang-orang menambahkan lagi sebanyak 500." |
| - | Ath-Thabrani meriwatkan di dalam kitab //musnad//-nya dari Al Hassan bin Ali bin Abi Thalib, dia berkata, "Ketika Abu Bakar hendak meninggal dunia, dia berkata, 'Wahai Aisyah, coba periksa unta perahan yang air susunya biasa kita konsumsi, wadah dari kulit unta yang biasa kita pergunakan untuk wadah air, dan kain beludru yang kita manfaatkan ketika kita masih dipercaya untuk mengurusi kaum muslimin. Jika aku nanti meninggal dunia, maka kembalikan benda itu semua kepada Umar!' Ketika Abu Bakar meninggal dunia maka Aisyah mengembalikan semua barang itu kepada Umar. Maka Umar pun berkata, 'Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu, wahai Abu Bakar! Kamu sungguh-sungguh memberikan contoh yang sangat sulit bagi generasi setelahmu'." | + | Ath-Thabrani meriwatkan di dalam kitab //musnad//-nya dari Al Hassan bin Ali bin Abi Thalib, dia berkata, "Ketika Abu Bakar hendak meninggal dunia, dia berkata, 'Wahai Aisyah, coba periksa unta perahan yang air susunya biasa kita konsumsi, wadah dari kulit unta yang biasa kita pergunakan untuk wadah air, dan kain beludru yang kita manfaatkan ketika kita masih dipercaya untuk mengurusi kaum muslimin. Jika aku nanti meninggal dunia, maka kembalikan benda itu semua kepada [[umar-khattab|Umar]]!' Ketika Abu Bakar meninggal dunia maka Aisyah mengembalikan semua barang itu kepada Umar. Maka Umar pun berkata, 'Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu, wahai Abu Bakar! Kamu sungguh-sungguh memberikan contoh yang sangat sulit bagi generasi setelahmu'." |
| - | Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan dari Abu Bakar bin Hafs, dia berkata, "Ketika Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// mengalami //sakaratul maut//, dia berkata kepada Aisyah //radhiyallahu 'anha//, 'Wahai putriku, sesungguhnya kita telah mengurusi kaum muslimin dan kita tidak makan satu Dinar atau satu Dirham pun (harta Mereka). Akan tetapi, kita mengkonsumsi makanan kasar mereka di dalam perut kita ini, kita mengenakan pakaian kasar milik mereka di tubuh kita ini, dan kita juga tidak mendapatkan harta rampasan perang kaum muslimin sedikit pun kecuali hanya seorang hamba sahaya dari Abisinia, unta perahan, dan pakaian beludru yang telah usang ini. Oleh karena itu, jika aku mati nanti, maka kembalikanlah semua ini kepada Umar!'" | + | Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan dari Abu Bakar bin Hafsh, dia berkata, "Ketika Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// mengalami //sakaratul maut//, dia berkata kepada Aisyah //radhiyallahu 'anha//, 'Wahai putriku, sesungguhnya kita telah mengurusi kaum muslimin dan kita tidak makan satu Dinar atau satu Dirham pun (harta Mereka). Akan tetapi, kita mengkonsumsi makanan kasar mereka di dalam perut kita ini, kita mengenakan pakaian kasar milik mereka di tubuh kita ini, dan kita juga tidak mendapatkan harta rampasan perang kaum muslimin sedikit pun kecuali hanya seorang hamba sahaya dari Abisinia, unta perahan, dan pakaian beludru yang telah usang ini. Oleh karena itu, jika aku mati nanti, maka kembalikanlah semua ini kepada [[umar-khattab|Umar]]!'" |
| Di antara keutamaan lainnya yang dimiliki Abu Bakar adalah, ia orang yang pertama kali memiliki ide membuat //Baitul Mal// (badan untuk menyimpan harta). Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Sahal bin Abu Khaitsamah dan beberapa perawi yang lain bahwa Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// memiliki //Baitul Mal// yang berada di daerah Sun__h__. Namun //Baitul Mal// tersebut tidak dijaga oleh seorang pun. Maka ada orang yang berkata kepada beliau, "Tidakkah Anda menyuruh seseorang untuk menjaganya?" Abu Bakar menjawab, "Tempat itu sudah dikunci." | Di antara keutamaan lainnya yang dimiliki Abu Bakar adalah, ia orang yang pertama kali memiliki ide membuat //Baitul Mal// (badan untuk menyimpan harta). Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Sahal bin Abu Khaitsamah dan beberapa perawi yang lain bahwa Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// memiliki //Baitul Mal// yang berada di daerah Sun__h__. Namun //Baitul Mal// tersebut tidak dijaga oleh seorang pun. Maka ada orang yang berkata kepada beliau, "Tidakkah Anda menyuruh seseorang untuk menjaganya?" Abu Bakar menjawab, "Tempat itu sudah dikunci." | ||
| - | Abu Bakar telah menshadaqahkan seluruh harta yang ada dalam rumah itu sampai habis. Ketika pindah ke Madinah., Abu Bakar juga mengalihkan //Baitul Mal// tersebut. Dia menjadikan rumahnya sebagai //Baitul Mal//. Maka, dia pun menghimpun sejumlah harta kemudiaan dibagi0bagikan kepada orang-orang fakir. Dia membagikan harta itu secara adil. Abu Bakar juga telah membeli unta, kuda, dan senjata untuk disumbangkan sebagai peralatan perang di jalan Allah. Beliau telah membeli sejumlah kain sutra untuk dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah. | + | Abu Bakar telah menshadaqahkan seluruh harta yang ada dalam rumah itu sampai habis. Ketika pindah ke Madinah, Abu Bakar juga mengalihkan //Baitul Mal// tersebut. Dia menjadikan rumahnya sebagai //Baitul Mal//. Maka, dia pun menghimpun sejumlah harta kemudiaan dibagi-bagikan kepada orang-orang fakir. Dia membagikan harta itu secara adil. Abu Bakar juga telah membeli unta, kuda, dan senjata untuk disumbangkan sebagai peralatan perang di jalan Allah. Beliau telah membeli sejumlah kain sutra untuk dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah. |
| - | Ketika beliau meninggal dunia dan jenazahnya telah dikebumikan, maka Umar memanggil beberapa orang kepercayaannya. Dia mengajak mereka untuk masuk ke dalam //Baitul Mal// milik Abu Bakar. Di antara orang yang diajak masuk ke dalam tempat itu adalah Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan. Ternyata mereka tidak menjumpai sesuatu pun di dalam tempat itu, sekali pun hanya sekeping dinar maupun dirham. | + | Ketika beliau meninggal dunia dan jenazahnya telah dikebumikan, maka [[umar-khattab|Umar]] memanggil beberapa orang kepercayaannya. Dia mengajak mereka untuk masuk ke dalam //Baitul Mal// milik Abu Bakar. Di antara orang yang diajak masuk ke dalam tempat itu adalah Abdurrahman bin Auf dan [[utsman-affan|Utsman bin Affan]]. Ternyata mereka tidak menjumpai sesuatu pun di dalam tempat itu, sekali pun hanya sekeping dinar maupun dirham. |
| - | Menurutku berdasarkan keterangan ini, maka pendapat Ibnu Al Askari di dalam kitab //Al Awaa'il// menjadi tersanggah. Dia telah mengatakan bahwa orang yang pertama kali memiliki ide membuat //Baitul Mal// adalah Umar bin Khaththab. Bahkan, dia juga mengatakanbahwa di masa Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// maupun di masa Abu Bakar //radhiyallahu// //'anhu// belum pernah ada //Baitul Mal//. | + | Menurutku berdasarkan keterangan ini, maka pendapat Ibnu Al Askari di dalam kitab //Al Awaa'il// menjadi tersanggah. Dia telah mengatakan bahwa orang yang pertama kali memiliki ide membuat //Baitul Mal// adalah [[umar-khattab|Umar bin Khaththab]]. Bahkan, dia juga mengatakan bahwa di masa Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// maupun di masa Abu Bakar //radhiyallahu// //'anhu// belum pernah ada //Baitul Mal//. |
| Aku telah memaparkan masalah ini di dalam kitab karanganku. Namun aku juga menjumpai Ibnu Al Askari meralat pendapatnya itu di dalam kitab karangannya yang lain sebagai berikut, "Sesungguhnya orang yang pertama kali mencetuskan ide //Baitul Mal// adalah Abu Ubaidah bin Al Jarrah pada masa kekhilafahan Abu Bakar." | Aku telah memaparkan masalah ini di dalam kitab karanganku. Namun aku juga menjumpai Ibnu Al Askari meralat pendapatnya itu di dalam kitab karangannya yang lain sebagai berikut, "Sesungguhnya orang yang pertama kali mencetuskan ide //Baitul Mal// adalah Abu Ubaidah bin Al Jarrah pada masa kekhilafahan Abu Bakar." | ||
| - | Di antara keutamaan Abu Bakar Ash Shidiq yang lainnya adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh Al Hakim sebagai berikut, "Julukan yang pertama kali muncul dalam Islam adalah julukan yang diberikan kepada Abu Bakar //radhiyallahu// //'anhu//. Beliau dijuluki dengan sebutan //'Atiq// (orang yang terbebas dari api neraka)." | + | Di antara keutamaan Abu Bakar Ash Shiddiq yang lainnya adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh Al Hakim sebagai berikut, "Julukan yang pertama kali muncul dalam Islam adalah julukan yang diberikan kepada Abu Bakar //radhiyallahu// //'anhu//. Beliau dijuluki dengan sebutan //'Atiq// (orang yang terbebas dari api neraka)." |
| - | Muhammad bin Ishaq menyebutkan bahwa dari 10 0rang yang pertama kali masuk Islam, ada 5 orang yang menyatakan keislamannya di hadapan Abu Bakar Ash-Shiddiq //radhiyallahu 'anhu//. Mereka itu adalah Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf //radhiyallahu 'anhum//.(( Lihat dalam kitab Sirah Ibnu Hisyam (I/250))). | + | Muhammad bin Ishaq menyebutkan bahwa dari 10 0rang yang pertama kali masuk Islam, ada 5 orang yang menyatakan keislamannya di hadapan Abu Bakar Ash-Shiddiq //radhiyallahu 'anhu//. Mereka itu adalah [[utsman-affan|Utsman bin Affan]], Thalhah bin Ubaidillah, Az-Zubair, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf //radhiyallahu 'anhum//.(( Lihat dalam kitab Sirah Ibnu Hisyam (I/250))). |
| Dari Abu Sa'id //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// berkhutbah di hadapan orang-orang sebagai berikut, //"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah memberikan pilihan kepada seorang hamba untuk (hidup di alam) dunia atau berada di sisi-Nya. (Maksudnya adalah meninggal dunia). Ternyata hamba itu lebih memilih untuk tinggal di sisi-Nya."// Lalu Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// menangis. Tentu saja kami merasa heran dengan tangisan Abu Bakar yang disebabkan sabda Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// yang mengabarkan tentang seorang hamba yang telah disuruh memilih oleh Allah. Ternyata, hamba yang disuruh untuk memilih dua hal itu adalah Rasulullah sendiri. Abu Bakar memang orang yang paling memahami maksud sabda Rasulullah tersebut. Lalu Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda,// "Sesungguhnya orang yang paling tulus menjalin persahabatan denganku dan yang paling dermawan mendermakan hartanya untuk (perjuangan)ku adalah Abu Bakar. Seandainya aku mengangkat seorang Khalil (kekasih) selain Tuhanku 'Azza wa Jalla, pasti aku telah mengangkat Abu Bakar (sebagai Khalil). Akan tetapi persaudaraan dan saling mencintai dalam ikatan Islam (jauh lebih baik). Tidak ada di dalam masjid sebuah pintu kecuali telah ditutup, kecuali hanya pintu Abu Bakar saja (yang masih terbuka)."// (Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pintu Abu Bakar saja yang terbuka adalah restu Rasulullah agar dia menjadi khalifah setelah beliau--penerj.) (**HR. Bukhari-Muslim dalam kitab Shahihain**)((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (466, 3654) dan Muslim (//Fadha'ilush-Shahabah/2//) pada bab //"Min Fadha'ili Abi Bakrinish-Shiddiq radhiyallahu 'anhu// (keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq)".)) | Dari Abu Sa'id //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// berkhutbah di hadapan orang-orang sebagai berikut, //"Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah memberikan pilihan kepada seorang hamba untuk (hidup di alam) dunia atau berada di sisi-Nya. (Maksudnya adalah meninggal dunia). Ternyata hamba itu lebih memilih untuk tinggal di sisi-Nya."// Lalu Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// menangis. Tentu saja kami merasa heran dengan tangisan Abu Bakar yang disebabkan sabda Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// yang mengabarkan tentang seorang hamba yang telah disuruh memilih oleh Allah. Ternyata, hamba yang disuruh untuk memilih dua hal itu adalah Rasulullah sendiri. Abu Bakar memang orang yang paling memahami maksud sabda Rasulullah tersebut. Lalu Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda,// "Sesungguhnya orang yang paling tulus menjalin persahabatan denganku dan yang paling dermawan mendermakan hartanya untuk (perjuangan)ku adalah Abu Bakar. Seandainya aku mengangkat seorang Khalil (kekasih) selain Tuhanku 'Azza wa Jalla, pasti aku telah mengangkat Abu Bakar (sebagai Khalil). Akan tetapi persaudaraan dan saling mencintai dalam ikatan Islam (jauh lebih baik). Tidak ada di dalam masjid sebuah pintu kecuali telah ditutup, kecuali hanya pintu Abu Bakar saja (yang masih terbuka)."// (Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan pintu Abu Bakar saja yang terbuka adalah restu Rasulullah agar dia menjadi khalifah setelah beliau--penerj.) (**HR. Bukhari-Muslim dalam kitab Shahihain**)((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (466, 3654) dan Muslim (//Fadha'ilush-Shahabah/2//) pada bab //"Min Fadha'ili Abi Bakrinish-Shiddiq radhiyallahu 'anhu// (keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq)".)) | ||
| + | Dari Abu Darda' //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Aku duduk di samping Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//, tiba-tiba Abu Bakar datang sambil memegang ujung pakaiannya sehingga kedua lututnya sampai terlihat. Maka Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda, //"Adapun sahabat kalian (yang sedang datang kemari ini), maka dia telah bertengkar (dengan seseorang)."// Lalu Abu Bakar mengucapkan salam kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya telah terjadi diskusi antara diriku dengan [[umar-khattab|Ibnu Khaththab (Umar)]]! Memang aku terburu-buru marah kepadanya, namun aku menyesali kejadian tersebut sehingga aku meminta maaf kepadanya. Akan tetapi, dia enggan memaafkan kesalahanku. Oleh karena itu, aku pergi menghadapmu." Rasulullah bersabda, //"Allah akan mengampunimu, wahai Abu Bakar."// Rasulullah mengucapkan kalimat ini sebanyak tiga kali. | ||
| + | Ternyata [[umar-khattab|Umar]] menyesali perbuatannya sehingga dia berkunjung ke rumah Abu Bakar. Dia pun berkata, "Abu bakar telah berbuat salah (kepadaku)." Namun orang-orang berkata, "Tidak." Akhirnya [[umar-khattab|Umar]] datang kepada Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//. Dia mengucapkan salam kepada beliau. Namun raut wajah Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// terlihat berubah karena marah. Hal itu semakin membuat Abu Bakar merasa kasihan kepada [[umar-khattab|Umar]]. Akhirnya Abu Bakar berlutut (di hadapan Rasulullah) sambil berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah, aku malah merasa semakin berbuat zhalim (kepada [[umar-khattab|Umar]])!" Abu Bakar mengucapkan kalimat itu sebanyak dua kali. | ||
| + | Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda, //"Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian semua. Namun kalian malah berkata, 'Kamu adalah pendusta'. Berbeda dengan Abu Bakar yang membenarkan (ajaranku). Dia telah membantuku dengan jiwa dan harta bendanya. Apakah kalian akan meninggalkan aku (dengan meninggalkan) sahabatku?"// Rasulullah mengucapkan kalimat itu sebanyak dua kali. Sejak itulah Abu Bakar tidak pernah disakiti (oleh seorang pun dari kaum Muslimin. **(HR. Bukhari)** | ||
| + | Dari Abu Qatadah //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Kami pergi berperang bersama-sama dengan Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// pada waktu perang Hunain. Ketika kami telah berjumpa dengan pihak musuh, maka kaum muslimin mulai terdesak. Aku melihat ada seorang laki-laki dari kaum musyrik akan menghabisi nyawa seorang laki-laki dari kalangan kaum muslimin. Aku langsung berputar untuk mendatanginya dari arah belakang. Aku mengayunkan pedangku ke tengkuk lelaki musyrik tersebut. Ternyata, dia malah berbalik ke hadapanku sambil merangkulku dengan sangat kuat. Aku mencium aroma kematian dari tubuhnya. Sampai Akhirnya dia meninggal dunia dan melepaskan rangkulannya dari tubuhku. Aku akhirnya menghampiri [[umar-khattab|Umar bin Khaththab]] sembari berkata, 'Bagaimana kondisi orang-orang?' [[umar-khattab|Umar]] menjawab, "Berada dalam pertolongan Allah." | ||
| + | Setelah itu, orang-orang pulang. Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// duduk sambil bersabda, //"Barangsiapa berhasil membunuh seseorang, hendaklah dia mendatangkan bukti sehingga dia bisa memiliki harta orang yang dia bunuh."// Aku pun berdiri sambil berkata, "Siapa yang mau menjadi saksi untukku?" Kemudian aku duduk dan Rasulullah kembali bersada, //"Barangsiapa yang berhasil membunuh seseorang, hendaklah dia mendatangkan bukti sehingga dia bisa memiliki harta orang yang dia bunuh."// Aku pun kembali berdiri sambil berkata, "Siapa yang mau menjadi saksi untukku?" aku kembali duduk (karena masih tidak ada orang yang mau menjadi saksi untukku). | ||
| + | Rasulullah menyabdakan kalimat serupa untuk yang ketiga kalinya. Maka ada seorang laki-laki berkata, "Dia berkata jujur, wahai Rasulullah! Harta rampasan perang orang itu berada padaku. Maka, relakanlah harta miliknya itu agar menjadi milikku. "Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, "Tidak, demi Allah! Tidak ada salah seorang dari singa Allah yang ikut berperang di jalan Allah dan Rasul-Nya lalu dia memberikan harta rampasan perangnya kepadamu. "Maka Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda, //"Abu Bakar berkata benar. Berikanlah harta rampasan perang itu kepadanya!"// Akhirnya aku menjual baju perang (milik orang musyrik tersebut) kemudian uang hasil penjualannya aku belikan sebuah kebun buah di daerah kabilah Bani Salamah. Itulah harta pertama yang aku miliki dalam Islam. (( Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3142, 4321).)) | ||
| + | |||
| + | Hadits ini mengandung keterangan bahwa Abu Bakar telah mengeluarkan fatwa di hadapan Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//. Ini merupakan salah satu keutamaan yang dimiliki Abu Bakar. | ||
| + | Dari Sahal bin Sa'ad, dia berkata: Pernah terjadi peperangan di Bani Amru bin Auf. Lalu Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// mendengar peristiwa tersebut. Beliau mengunjungi mereka setelah waktu zhuhur. Tujuan beliau datang adalah untuk mendamaikan mereka. Rasulullah bersabda, //"Wahai Bilal jika waktu shalat (Ashar) telah tiba dan aku juga belum datang, maka perintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat bagi orang-orang."// Ketika waktu shalat (Ashar) telah tiba, seperti biasa Bilal mengumandangkan iqamah shalat. Lalu dia memerintahkan Abu Bakar (untuk mengimami shalat). Maka Abu Bakar menjadi imam shalat bagi mereka. Ternyata Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// datang setelah Abu Bakar memulai shalatnya. | ||
| + | Ketika orang-orang melihat Rasulullah datang, mereka menepuk tangan (untuk memberi tanda kepada Abu Bakar). Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// datang dengan membelah barisan shalat orang-orang sampai akhirnya berdiri di belakang Abu Bakar. (Perawi berkata, "jika telah memulai shalatnya maka Abu Bakar tidak akan lagi menoleh). Ketika Abu Bakar mendengar suara tepukan tangan yang tiada kunjung berhenti, maka dia pun akhirnya menoleh. Dia melihat Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// sudah berada di belakangnya. Namun Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// memberikan isyarat dengan tangannya, //"Teruskanlah!"// Maka Abu Bakar tetap berdiri di tempatnya sambil membaca //tahmid// kepada Allah karena hal itu. Setelah itu Abu Bakar berjalan mundur secara perlahan-lahan. Akhirnya, Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// mengimami orang-orang mengerjakan shalat. | ||
| + | Setelah Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// usai menunaikan shalat, beliau bersabda, //"Wahai Abu Bakar apa yang menghalangimu (untuk meneruskan shalat) ketika aku memberimu isyarat terus?"// Abu Bakar menjawab, "Tidak pantas Ibnu Abi Quhafah mengimami Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//." Maka Rasulullah bersabda kepada orang-orang, //"Jika terjadi sesuatu di tengah shalat kalian, maka hendaklah orang-orang lelaki membaca tasbih dan orang-orang perempuan menepuk tangan."// **(HR. Bukhari-Muslim dalam kitab //Shahihain//)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (684) dan Muslim (//Ash-Shalah///shalat, 102) pada bab //"Taqdimul Jama'ah Man Yushalli Bihim Idza Ta'akhkhar al Imamu wa lam Yakhaafu Mafsadatan bit-Taqdim".//)) | ||
| + | Dari Aisyah //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Ketika sakit Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// sudah semakin parah, Bilal (seperti biasanya) mengumandangkan adzan shalat. Maka beliau bersabda, //"Perintahkanlah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat bagi orang-orang!"// | ||
| + | Aisyah berkata, "Maka aku pun berkata, 'Wahai Rasulullah sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang lelaki yang mudah menangis. Sesungguhnya ketika dia berdiri untuk menggantikanmu, maka orang-orang tidak akan bisa mendengar suaranya (dengan jelas). Seandainya saja Anda memerintahkan [[umar-khattab|Umar]]'. Rasulullah bersabda,//'Perintahlah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat bagi orang-orang!'"// | ||
| + | Aisah berkata, "Maka aku berkata kepada Hafshah, "coba berbicaralah kepada Rasulullah, 'Abu Bakar adalah orang yang mudah sekali menangis. Sesungguhnya ketika dia berdiri menggantikan posisimu, maka orang-orang tidak akan bisa mendengar suaranya. Andai saja Anda memerintahkan [[umar-khattab|Umar]]'. Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda lagi, //'Sungguh kalian ini seperti para perempuan Yusuf (dalam hal suka membantah). Perintahkanlah Abu Bakar agar menjadi imam shalat bagi orang-orang!'"// | ||
| + | Aisyah //radhiyallahu 'anha// berkata, "Maka, mereka memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat. Ketika Abu Bakar mulai menunaikan ibadah shalat, ternyata Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// merasa kalau sakitnya sedikit berkurang. Beliau berdiri dengan dibantu oleh dua orang laki-laki yang menuntun beliau, sedangkan kedua kaki Rasulullah sendiri pada waktu itu berjalan tertatih-tatih. Sampai akhirnya Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// masuk ke dalam masjid. Ketika Abu Bakar mendengar gerak perlahan Rasulullah, maka dia langsung bergerak mundur. Namun Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// memberinya isyarat, //'Tetaplah berdiri seperti semula!'// Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// terus berjalan sehingga duduk di samping kiri Abu Bakar, sedangkan Abu Bakar tetap dalam posisi berdiri. Abu Bakar mengikuti shalat Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//, sedangkan orang-orang mengikuti shalat Abu Bakar." **(HR. Bukhari-Muslim dalam kitab //Shahihain//)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (713) dan Muslim (//Ash-Shalah/95//) pada bab //"Istikhlaful Imaami Innamaa 'Uridha Lahu 'Udzrun min Maradhin wa Safarin wa Ghairihimaa Man Yushallii bin-Naas wa Anna Man Shallaa Khalfa Imaamin Jaalisin Li'aj-zihi 'Anil Qiyaam Lazimahul Qiyaami Idzaa Qadara 'Alaihi wa Naskhul Qu'uudi Khalfal Qaa'id fi __H__aqqi Man Qadara 'Alal Qiyaam".//)) | ||
| + | Dari Abu Hurairah //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda, 'Sama sekali tidak ada harta yang memberi manfaat bagiku, sebagaimana manfaat harta milik Abu Bakar." Lalu Abu Bakar menangis sambil berkata, "Bukankah memang diri dan hartaku hanya milikmu, wahai Rasulullah?" **(HR. Ahmad)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (II/253), Tirmidzi (3661), Ibnu Majah (94), Ibnu Hibban (2161), Ath-Thahawi di dalam //Musykilul Atsar// (II/230-231), Ibnu Abi Ashim dalam kitab //As-Sunnah// (II/577), dan Ath-Thahawi dalam kitab Syar__h__u Ma'a-nil Atsar (IV/158). Hadits ini juga dianggap //shahih// oleh Syaikh Al Albani. Lihat kitab //Musykila-tul Faqr// (13).)) | ||
| + | Dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im, dari ayahnya, dia berkata: Ada seorang wanita datang kepada Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//. Lalu beliau memerintahnya untuk kembali datang menjumpai beliau. Namun wanita itu berkata, "Bagaimana jika aku kembali nanti aku tidak menjumpai Anda?" Sepertinya maksud wanita itu adalah, bagaimana kalau beliau telah wafat. Maka Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda, //"Jika kamu tidak menjumpai aku, maka datanglah kamu kepada Abu Bakar!"// **(HR.Bukhari)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (3659).)) | ||
| + | Dari Abu Raja' Al Atharidi, dia berkata: Aku memasuki kota Madinah. Lalu Aku melihat orang-orang sedang berkumpul. Aku juga melihat seorang laki-laki sedang mengecup kepala seorang laki-laki yang lain. Dia juga berkata, "Aku adalah tebusan untukmu. Seandainya bukan karena Anda, pasti kami semua telah binasa." Maka aku berkata, "Siapakah orang yang mengecup dan siapakah orang yang dikecup keningnya itu?" Orang-orang pun menjawab, "Itu adalah [[umar-khattab|Umar]] yang telah mengecup kening Abu Bakar ketika telah memerangi //ahlur-riddah// (orang-orang yang murtad). Sebab, mereka itu adalah orang-orang yang enggan membayar zakat sampai akhirnya mereka dipaksa untuk membayarnya." | ||
| + | Dari Muhammad bin Al Hanafiyah, daia berkata: Aku pernah bertanya kepada ayahku, "siapakah manusia yang paling baik setelah Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//?" [[ali-thalib|Ali bin Abi Thalib]] menjawab, "Abu Bakar." Aku bertanya lagi, "Kemudian siapa?" [[ali-thalib|Ali]] menjawab, "kemudian [[umar-khattab|Umar]]." Sebenarnya aku khawatir kalau ayahku akan menyebutkan nama [[utsman-affan|Utsman]]. Maka aku berkata, "Kemudian Anda." Namun dia malah berkata, "Ayahmu ini hanyalah salah seorang lelaki dari kalangan kaum muslimin." **(HR.Bukhari)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3671).)) | ||
| + | Dari Abu Sarihah, dia berkata: Aku pernah mendengar [[ali-thalib|Ali]] //radhiytallahu 'anhu//berkata di atas mimbar, "Ingatlah, sesungguhnya Abu Bakar adalah orang yang sangat pandai memelihara hati (dari hal-hal yang buruk)."((menurutku, ini merupakan ungkapan yang mencerminkan sikap tawadhu yang sangat tinggi.)) | ||
| + | Dari Za'id bin Arqam //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki seorang hamba sahaya yang berkhianat kepadanya. Pada suatu malam, hamba sahaya itu datang dengan membawa makanan. Maka, Abu Bakar menelan sesuap dari makanan yang dibawa hamba sahaya tersebut. Setelah itu hamba sahaya itu berkata, "Mengapa kamu setiap malam bertanya kepadaku dan pada malam hari ini tidak melontarkan sebuah pertanyaan?" Abu Bakar menjawab, "Hal itu disebabkan karena aku merasa sangat lapar. Dari manakah kamu mendapatkan makanan ini?" Hamba sahaya itu berkata, "Aku pernah melewati sekelompok orang jahiliyyah, maka aku membacakan mantera kepada mereka sehingga mereka menjanjikan aku (untuk memberi sesuatu). Pada hari inilah, ketika aku melewati mereka lagi, ternyata mereka memiliki sebuah acara pernikahan. Akhirnya, mereka memberiku makanan." Abu Bakar berkata, "Celaka kamu ini, hampir saja kamu membuatku binasa (karena makanan yang tidak halal tersebut)!" | ||
| + | Maka, Abu Bakar memasukkan tangannya ke dalam kerongkongannya dan dia pun mulai akan muntah. Namun sesuap makanan itu tidak juga mau keluar dari kerongkongannya. Maka dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya makanan itu tidak akan keluar kecuali dengan bantuan air." Abu Bakar minta diambilkan air dalam sebuah wadah. Dia pun meminum air tersebut sampai akhirnya berhasil memuntahkan makanan itu. Dikatakan lagi kepada Abu Bakar, "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu. Apakah semua ini gara-gara sesuap makanan itu?" Abu Bakar berkata, "Seandainya makanan itu tidak keluar kecuali dengan jiwaku, maka aku pasti akan mengeluarkannya juga. Aku telah mendengar Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// bersabda, //'Setiap jasad yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih berhak baginya.'// Oleh karena itu, aku merasa khawatir kalau ada sesuatu yang haram tumbuh di dalam jasadku dari sesuap makanan itu." **(Bukhari meriwayatkan ujung hadits ini dari hadits Aisyah //radhiyallahu 'anha//)** | ||
| + | Dari Hisyam, dari Muhammad, dia berkata, "Orang dari kalangan umat ini yang paling memiliki kecemburuan besar terhadap agama setelah Nabinya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq." | ||
| + | Dari Muhammad bin Sirin, dia berkata, "Tidak ada seorang pun yang takut terhadap (larangan) yang dia telah ketahui setelah Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// melebihi Abu Bakar."((Menurutku, hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad, dari Ibnu Sirin. Dia berkata, "Tidak ada seseorang yang lebih tahu tentang sesuatu yang tidak dia ketahui (status kehalalannya) melebihi Abu Bakar. Tidak ada seorang pun setelah Abu Bakar yang lebih takut terhadap sesuatu yang tidak dia ketahui (status kehalalannya) melebihi [[umar-khattab|Umar]]. Sesungguhnya apabila terjadi suatu permasalahan yang menimpa Abu Bakar, lalu dia tidak menjumpai dalilnya di dalam Al Qur'an maupun Sunnah, maka dia akan berkata,'Aku akan berijtihad melalui rasioku. Jika memang hasilnya benar, maka hal itu berasal dari Allah. Namun jika ternyata salah, maka hal itu berasal dari pribadiku, dan aku pun memohon ampun kepada Allah'.")) | ||
| + | Dari Qais, dia berkata: Aku telah melihat Abu Bakar memegang ujung lidahnya sembari berkata, "Inilah yang menggiringku ke tempat sumber air (kelak di hari kiamat)." | ||
| + | ===== Kekhilafahan Abu Bakar ===== | ||
| + | Dari Ibnu Abbas //radhiyallahu 'anhuma//, dia berkata: Umar bin Khaththab telah berkata, "Diantara berita yang beredar di tengah-tengah kami pada hari wafatnya Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// adalah [[ali-thalib|Ali]] dan Az-Zubair berada di rumah Fathimah, sedangkan para sahabat kalangan Anshar sedang berada di Saqifah Bani Sa'idah. Berbeda dengan para sahabat kalangan Muhajirin yang pada waktu itu berkumpul di sekitar Abu Bakar. Maka aku ([[umar-khattab|Umar]]) berkata kepadanya, 'Wahai Abu Bakar, mari beranjak bersama kami menuju saudara-saudara kita dari kalangan Anshar!' | ||
| + | Akhirnya kami semua bertolak sampai akhirnya bertemu dengan dua orang lelaki shalih. Keduanya memberitahu kami tentang apa yang sedang dikerjakan orang-orang. Keduanya berkata, 'Wahai orang-orang Muhajirin, kalian semua hendak pergi kemana?' Aku menjawab, 'Kami hendak mengunjungi saudara-saudara kami dari kalangan Anshar'. Namun keduanya malah berkata, 'Kalian tidak usah mengunjungi mereka, kerjakan saja urusan kalian!' Maka aku berkata, 'Demi Allah, kami tetap akan mengunjungi mereka.' | ||
| + | Kami terus bertolak sampai akhirnya tiba di tengah-tengah mereka, tepatnya di Saqifah Bani Sa'idah. Ternyata mereka semua telah berkumpul. Di hadapan mereka ada seorang laki-laki berselimut. Maka aku pun bertanya, 'Siapakah ini?' Orang-orang menjawab, 'Sa'ad bin Ubadah'. Aku kembali berkata, 'Ada apa dengannya?' Mereka kembali menjawab, 'Dia tengah menderita sakit'. | ||
| + | Ketika kami duduk, tiba-tiba orator kaum Anshar berdiri sambil melafazhkan kalimat pujian kepada Allah //'Azza wa Jalla// sebagai dzat yang memang layak untuk menerima segala bentuk pujian. Dia juga berkata, 'Amma ba'du, kita semua adalah para penolong Allah sekaligus juga sebagai pasukan berkuda agama Islam. Sedangkan kalian -wahai sekalian orang-orang Muhajirin- hanyalah sekelompok orang dari kita. Sesungguhnya ada sekelompok orang dari kalian yang diam-diam hendak menyingkirkan kami dan menjauhkan kami dari sebuah urusan yang besar'." | ||
| + | [[umar-khattab|Umar]] berkata, "Ketika orang itu telah diam, maka aku hendak berbicara. Sungguh aku telah mempersiapkan sebuah kalimat yang menurutku sangat bagus untuk diutarakan. Aku hendak mengutarakannya juga di hadapan Abu Bakar, sebab aku juga pernah tidak sependapat dengannya dalam beberapa hal. Namun, bagaimanapun juga, Abu Bakar adalah orang yang lebih sabar dan lebih berwibawa dibandingkan aku. Ternyata Abu Bakar berkata kepadaku, 'Bersikaplah agak pelan!' Tentu saja aku tidak suka kalau marah kepadanya. Demi Allah, ternyata Abu Bakar tidak meninggalkan beberapa konsep kalimat yang aku persiapkan. Semua ide yang ada dalam benakku telah dia lontarkan di hadapan orang-orang dengan redaksi yang sangat santun. Dia terus mengucapkan hal itu sampai akhir perkataannya. | ||
| + | Dalam hal ini Abu Bakar berkata, 'Amma ba'du, adapun hal-hal positif yang telah kalian utarakan, memang sudah terbukti kalian lakukan. Namun tidak ada orang Arab yang mengetahui permasalahan (kekhilafahan) ini kecuali memang berada di tangan salah seorang penghuni kampung dari kalangan suku Quraisy ini. Mereka itu adalah orang-orang yang memiliki nasab dan tempat tinggal yang paling baik. Aku ridha kalau salah seorang dari kedua orang ini menjadi pemimmpin kalian. Terserah, mana diantara keduanya yang akan kalian pilih'." | ||
| + | [[umar-khattab|Umar]] berkata, "Ternyata Abu Bakar mengandeng tanganku dan tangan Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Sesungguhnya semua perkataan Abu Bakar yang telah di lontarkan tidak ada yang aku benci kecuali hanya yang terakhir ini. Demi Allah, hal itu sama dengan aku disuruh maju kemudian tengkukku dipenggal. Tidak ada sesuatu yang mendekatkan aku kepada sebuah dosa, kecuali dia masih lebih aku sukai daripada harus memimpin sebuah kaum sedangkan di tengah-tengah mereka nasih ada Abu Bakar, kecuali apabila dia memang membujukku untuk menerima jabatan tersebut ketika dia sudah hendak meninggal dunia. | ||
| + | Tiba-tiba ada seseorang dari kalangan Anshar berkata, 'Aku adalah orang yang bisa dipercaya pendapatnya lagi berpengalaman. Aku juga tokoh yang cukup dihormati. (Lebih baik) di antara kita ada seorang pemimpin dan di antara kalian juga ada seorang pemimpin'. Maka, suara gaduh pun terdengar sampai aku khawatir kalau persatuan orang-orang muslimin pecah. Ketika itulah aku berkata, 'Julurkanlah tanganmu, wahai Abu Bakar! Karena aku akan membaiatmu sebagai khalifah'. Maka, Abu Bakar dibaiat oleh orang-orang Muhajirin yang kemudian diikuti oleh orang-orang Anshar." **(HR. Imam Ahmad)** ((Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad. Kisah dalam hadits ini sebenarnya telah disebutkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab Ash-Shahih (3667) dari riwayat Aisyah //radhiyallahu 'anha// -istri Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//- bahwa nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// telah meninggal dunia sedangkan Abu Bakar berada di daerah Sun__h__. (Menurut Ismail, Sun__h__ adalah kawasan dataran tinggi) Lalu [[umar-khattab|Umar]] berdiri sambil berkata, "Demi Allah, Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// tidak meninggal dunia." [[umar-khattab|Umar]] juga berkata, "Demi Allah, yang terlintas dalam benakku pada waktu itu bahwa Rasulullah diutus oleh Allah untuk memotong tangan dan kaki orang-orang (kafir sampai habis).")) | ||
| + | Lalu Abu Bakar datang kemudian menyingkap kain yang menutup wajah Rasulullah. Abu Bakar mengecup kening beliau kemudian berkata, "Aku bersumpah, kamu tetap wangi baik dalam keadaan hidup maupun mati. Demi Dzat Yang Menguasai jiwaku, Allah selamanya tidak akan menimpakan dua kematian kepadamu!" Kemudian Abu Bakar keluar sambil berkata kepada Umar, "Wahai orang yang mengucapkan sumpah, tenanglah!" Ketika Abu Bakar telah berbicara, maka [[umar-khattab|Umar]] pun duduk. Abu Bakar memuji Allah dan menyanjung-Nya. Dia berkata, "Ingatlah, barangsiapa menyembah Muhammad //shallallahu 'alaihi wa sallam//, maka, sesungguhnya Muhammad telah meninggal dunia. Baragsiapa menyembah Allah, Maka, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Hidup lagi tidak akan pernah mati." | ||
| + | Abu Bakar membaca ayat Al Qur'an, //"Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)." (Az-Zumar(39):30)// Begitu pula dengan firman Allah //Ta'ala//, //"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memeberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."// **(QS. Al 'Imran(3):144)** | ||
| + | Umar berkata, "Maka orang-orang menabahkan hati mereka sambil tetap mencucurkan air mata. Lalu orang-orang Anshar berkumpul di sekitar Sa'ad bin Ubadah yang berada di Saqafah Bani Sa'idah." Mereka berkata, "Di antara kita ada seorang pemimpin dan di antara kalian juga ada seorang pemimpin." Maka Abu Bakar, [[umar-khattab|Umar bin Khaththab]], dan Abu Ubaidah Ibnu Al Jarrah menghampiri mereka. [[umar-khattab|Umar]] mulai berbicara. Namun Abu Bakar menyuruhnya untuk diam. Dalam hal ini [[umar-khattab|Umar]] berkata, "Demi Allah, aku telah mempersiapkan ungkapan yang menurutku sangat bagus untuk dilontarkan pada waktu itu. Aku khawatir kalau ideku itu tidak disampaikan oleh Abu Bakar. Namun, ternyata Abu Bakar berbicara dan tampil sebagai orang yang paling komprehensif dan substansi pembicaraannya. | ||
| + | Ketika itu Abu Bakar berkata, "Kami adalah para amir dan kalian adalah anggota dewan kabinet." Abu Bakar balik berkata, "Tidak, akan tetapi amir adalah dari kalangan kami dan kalian adalah anggota dewan kabinet." Namun Habbab bin Al Mundzir berkata, "Tidak, demi Allah, kita tidak akan melakukan hal itu. Di antara kami ada seorang amir dan di antara kalian juga ada seorang amir." Umar berkata kepada (Abu Bakar), "Bahkan, kami akan membai'atmu. Kamu adalah sayyid kami dan orang terbaik di antara kami. Kamu juga orang yang paling dicintai Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// di antara kami semua." Maka, [[umar-khattab|Umar]] memegang tangan Abu Bakar untuk membai'atnya yang kemudian diikuti oleh orang banyak. Lalu ada seorang yang berkata, "Kalian telah membunuh (hak khalifah) Sa'ad bin Ubadah." Maka [[umar-khattab|Umar]] berkata, "Allah yang telah membunuhnya." | ||
| + | Dari Humaid bin Hilal, dia berkata: Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, maka para sahabat Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// berkata, "Tetapkanlah gaji yang mencukupi untuk khalifah Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//." Lalu sebagian yang lain berkata, "Ya, berilah dia dua helai kain beludru. Apabila kedua kain itu telah usang, maka hendaklah dia mengembalikannya dan mengambil lagi kain yang lain. Berikanlah juga fasilitas kendaraan jika dia bepergian dan sejumlah uang belanja untuk keluarganya, sebagaimana yang dia berikan sebelum diangkat sebagai khalifah." Maka Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// berkata, "Aku rela dengan hal itu." ((Menurutku, Ibnu Asakir meriwayatkan keterangan ini dari Aniah. Dia berkata, "Abu Bakar berada di tengah-tengah kita selama setahun sebelum diangkat sebagai khalifah, dan setahun setelah beliau menjabat sebagai khalifah. Ketika itu kaunm perempuan desa itu datang dengan membawa kambing mereka kepada Abu Bakar, sebab Abu Bakar menerima jasa memerahkan susu kambing.")) | ||
| + | Umair bin Ishaq berkata, "Abu Bakar pernah keluar memanggul beban di atas pundaknya. Maka ada seorang lelaki berkata kepadanya, 'Biarkanlah aku yang membawa barang itu untukmu!' Abu Bakar berkata, 'Jangan memperdulikan aku, dan jangan pula memperdaya diriku! Sebab, [[umar-khattab|Ibnu Khaththab]] telah mencukupi kebutuhan keluargaku'." | ||
| + | Menurut para ulama ahli sejarah, Abu Bakar menerima jasa memerah susu kambing untuk penduduk desa. Ketika beliau telah dibaiat menjadi khalifah, ada seorang wanita desa berkata, "Sekarang Abu Bakar tidak akan lagi memerahkan susu kambing kami." Perkataan itu didengar oleh Abu Bakar sehingga dia berkata, "Tidak, bahkan aku akan tetap menerima jasa memerah susu kambing kalian. Sesungguhnya aku berharap dengan jabatan yang telah aku sandang sekarang ini sama sekali tidak merubah kebiasaanku di masa silam." Terbukti, Abu Bakar tetap memeraskan susu kambing-kambing mereka. | ||
| + | Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, dia memerintahkan [[umar-khattab|Umar]] untuk mengurusi urusan haji kaum muslimin. Barulah pada tahun berikutnya Abu Bakar menunaikan haji. Sedangkan untuk ibadah umrah, beliau lakukan pada bulan Rajab tahun 12 H. Dia memasuki kota Makkah sekitar waktu dhuha dan langsung menuju rumahnya. Pada waktu itu, Abu Quhafah -ayah beliau- sedang duduk di depan pintu rumahnya. Dia ditemani oleh beberapa orang pemuda yang sedang berbincang-bincang dengannya. Lalu dikatakan kepada Abu Quhafah, "Ini putramu (telah datang)!" | ||
| + | Maka, Abu Quhafah berdiri dari tempatnya. Abu Bakar bergegas menyuruh untanya untuk bersimpuh. Dia turun dari untanya ketika unta itu belum sempat bersimpuh dengan sempurna sambil berkata, "Wahai ayahku, janganlah Anda berdiri!" Lalu Abu Bakar memeluk Abu Quhafah dan mengecup keningnya. Tentu saja Abu Quhafah menangis sebagai luapan rasa bahagia dengan kedatangan putranya tersebut. | ||
| + | Setelah itu, datanglah beberapa tokoh kota Makkah seperti Attab bin Usaid, Suhail bin Amru, Ikrimah bin Abi Jahal, dan Al Harits bin Hisyam. Mereka semua mengucapkan salam kepada Abu Bakar, //"Assalaamu'alaika//, wahai khalifah Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//!" Mereka semua menjabat tangan Abu Bakar. Lalu Abu Quhafah berkata, "Wahai Atiq (julukan untuk Abu Bakar), mereka itu adalah orang-orang (yang baik). Oleh karena itu, jalinlah persahabatan yang baik dengan mereka!" Abu Bakar berkata, "Wahai ayahku, tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan pertolongan Allah. Aku telah diberi beban yang sangat berat, tentu saja aku tidak akan memiliki kekuatan untuk menanggungnya kecuali hanya dengan pertolongan Allah." Lalu Abu Bakar berkata, "Apakah ada orang yang akan mengadukan sebuah perbuatan zhalim?" Ternyata tidak ada seorang pun yang datang kepada Abu Bakar untuk melaporkan sebuah kezhaliman. Semua orang malah menyanjung pemimpin mereka tersebut. | ||
| + | ===== Beberapa Khutbah dan Petuah Abu Bakar ===== | ||
| + | |||
| + | Dari Hisyam bin Urwah, ((Menurutku, ucapan Abu Bakar ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Sa'ad dan Al Khathib pada riwayat milik Malik yang berasal dari Urwah. Malik berkata, "Tidak ada seorang pun yang diangkat jadi imam, kecuali dia harus memenuhi persyaratan ini. Maksudnya, persyaratan yang telah disebutkan oleh Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// di dalam pidato pengukuhannya.")) dari ayahnya, dia berkata: Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, dia berkhutbah di hadapan khalayak. Dia mengucapkan kalimat pujian dan sanjungan kepada Allah sebagai Dzat yang memang layak untuk menerimanya. Setelah itu dia berkata, //"Amma ba'du//, wahai sekalian manusia, aku telah (dipilih) untuk menangani urusan kalian semua. Namun bukan berarti aku adalah orang yang paling baik di antara kalian. Akan tetapi Allah telah menurunkan Al Qur'an dan Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam// telah memberikan beberapa ajaran Sunnah. Dialah yang mengajarkan hal itu kepada kita. Ketahuilah, sesungguhnya kepandaian yang paling tinggi tingkatannya adalah dengan bertakwa, dan kedunguan yang paling tinggi tingkatannya adalah dengan melakukan hal-hal yang aniaya! Sesungguhnya orang yang paling kuat di antara kalian adalah orang yang lemah di mataku, sehingga aku akan mengambil haknya untuk (kebahagian hidup)nya. Sebaliknya, orang yang paling lemah di antara kalian adalah orang yang kuat di mataku, sehingga aku akan memberikan hak untuknya. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku hanyalah seorang yang diikuti dan bukan orang yang akan membuat bid'ah. Jika aku memang berbuat baik, maka tolonglah aku! Jika aku menyimpang, maka luruskanlah aku!" | ||
| + | |||
| + | Dari Abdullah bin 'Akim, dia berkata: Abu Bakar telah berkhutbah di hadapan kita semua sebagai berikut, //'amma ba'du//, sesungguhnya aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan menuji-Nya sebagai Dzat yang memang layak mendapatkan pujian. Hendaklah kalian memadukan antara perasaan harap dan cemas. Hendaklah kalian juga memohon kepada Allah dengan sangat serius. Sesungguhnya Allah telah memuji Zakaria dan keluarganya melalui firman-Nya, //'Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami'//. **(QS.Al Anbiyaa'(21):90)** | ||
| + | |||
| + | Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah telah menggadaikan jiwa kalian dengan hak-Nya. Dia akan menagih hal itu dengan janji kalian. Ternyata di antara kalian ada yang lebih memilih untuk membeli sesuatu yang sedikit lagi fana dengan sesuatu yang banyak lagi kekal. Ini adalah kitab Allah yang ada di tengah-tengah kalian. Keajaibannya tidak akan pernahpadam. Oleh karena itu, percayailah firman-Nya, berikanlah nasehat dengan kandungan kitab itu, serta carilah pelita penerang dengannya pada hari kiamat nanti! Sesungguhnya kalian diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Dia telah mewakilkan kalian pada malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan. Mereka akan mengetahui semua tindak tanduk kalian. | ||
| + | |||
| + | |||
| + | |||
| + | |||
| + | ===== Masa Sakit dan Wafatnya Abu Bakar ===== | ||
| + | |||
| + | Dari Ibnu Hisyam,bahwa Abu Bakar dan Al Harits bin Kaladah pernah memakan makanan yang bernama //harirah//, yang dihadiahkan kepada Abu Bakar. Lalu Al Harits berkata kepada Abu Bakar, "Angkatlah (tanganmu), wahai khalifah Rasulullah! Demi Allah, sesungguhnya dalam makanan itu terdapat racun. Aku dan dirimu akan mati pada hari yang sama." Lalu Abu Bakar mengangkat tangannya (untuk menyudahi makannya). Ternyata, keduanya sama-sama jatuh sakit sampai akhirnya meninggal dunia (pada hari yang sama pula), tepatnya di penghujung tahun." ((kualitas //sanad// hadits ini //shahih//. Hadits ini diriwayatkan oleh Al Hakim (III/64) dari Ibnu syihab, juga dengan kualitas //sanad// yang //shahih//. Bahkan, Al Hafizh As-Suyuthi juga mengakui ke//shahih//annya. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Sa'ad di dalam kitab //Thabaqat//nya dengan kualitas //sanad// yang //shahih//.)) | ||
| + | |||
| + | Dari Abdurrahman bin Abdillah bin Sabith, dia berkata: Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq mengalami //sakaratul maut//,maka dia memanggil Umar. Lalu Abu Bakar berkata, "Bertakwalah kamu kepada Allah, wahai Umar! Ketahuilah, sesungguhnya Allah memiliki sebuah amalan yang dikerjakan pada siang hari sehingga tidak akan diterima apabila dikerjakan pada malam hari. Begitu juga sebaliknya, Allah memiliki amalan yang dikerjakan pada malam hari sehingga tidak akan diterima apabila dikerjakan pada siang hari. Allah tidak akan menerima amalan sunah sampai kefardhuan-Nya ditunaikan terlebih dahulu. Bobot neraca seseorang akan berat pada hari kiamat hanya dengan cara mengikuti hal-hal yang benar ketika di dunia. Sesuatu yang benar akan menjadi berat apabila diletakkan di atas neraca timbangan amal. Namun bobot neraca akan ringan apabila ditumpuki kabatilan. | ||
| + | |||
| + | Sesungguhnya Allah //Ta'ala// mengingat para penghuni surga melalui amal baik mereka dan upaya mereka menjauhi keburukan. Jika aku mengingat para ahli surga, maka aku sangat khawatir kalau tidak termasuk dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah juga akan mengingat penduduk neraka melalui amal perbuatan buruk mereka. Jika aku telah mengingat para penghuni neraka, maka sesungguhnya aku berharap tidak termasuk golongan mereka. Hendaklah seorang senantiasa merasa harap cemas. Janganlah dia hanya berangan-angan mengenai Allah (tanpa beramal apapun). Hendakalah dia juga tidak putus asa terhadap rahmat Allah. Jika kamu memelihara wasiatku ini, maka tidak ada sebuah perkara gaib yang paling kamu sukai melebihi kematian. Sebab, dia pasti akan mendatangimu. Jika kamu sampai menyia-nyiakan wasiatku, maka tidak ada perkara gaib yang paling kamu benci melebihi kematian, dan kamu tidak akan bisa mengelak darinya." ((Menurutku, Abdurrahman bin Abdillah bin Sabith adalah seorang perawi yang //tsiqah//. Dia menilai hadits tersebut //mursal// dari Nabi //shallallahu 'alaihi wa sallam//, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Al Hafizh di dalam kitab //At-Tahdzib (III/364)//.)) | ||
| + | |||
| + | Dari Aisyah //radhiyallahu 'anha//, dia berkata: Ketika Abu Bakar jatuh sakit yang akhirnya menyebabkannya meninggal dunia, maka dia berkata, "Periksalah harta milikku, apa yang masih lebih semenjak aku menjabat sebagai khalifah! Kalau memang ada hartaku yang lebih, maka kirimkanlah kepada khalifah yang akan menjabat setelah aku!" Maka kami memeriksa harta miliknya. Ternyata kami menemukan seorang hamba yang biasa mengasuh anaknya dan seekor hewan tunggangan yang dipergunakan untuk menyiram kebunnya. Maka kami menyerahkan kedua harta itu kepada Umar. | ||
| + | |||
| + | Aisyah berkata, "Aku diberi kabar oleh kakekku bahwa Umar menangis (ketika menerima harta tersebut). Lalu Umar berkata, 'Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Abu Bakar. Dia telah memberikan contoh yang sangat sulit bagi para penggantinya'." | ||
| + | |||
| + | Dari Aisyah //radhiyallahu 'anha//, dia berkata: Ketika sedang mengalami //sakaratul maut//, Abu Bakar duduk sambil mengucapkan kalimat syahadat. Kemudian dia berkata, //"amma ba'du//, wahai putriku, sesungguhnya orang yang paling aku sukai kekayaannya sepeninggalku adalah dirimu. Sesungguhnya orang yag paling mulia kefakirannya sepeninggalku adalah dirimu. Aku telah meninggalkan untukmu buah kurma sebanyak dua puluh //wasaq//. Demi Allah, aku ingin kamu mengumpulkannya! Sesungguhnya harta itu juga menjadi milik dua saudara laki-laki dan dua orang saudara perempuanmu." | ||
| + | |||
| + | Aisyah berkata, "Aku berkata, 'Ini memang dua saudara laki-lakiku. Lalu, siapakah saudara perempuanku (selain Asma')?' Abu Bakar menjawab, 'Anak yang ada di dalam kandungan Kharijah, karena aku menduganya akan terlahir sebagai anak perempuan'." | ||
| + | |||
| + | Di dalam sebuah riwayat disebutkan dengan menggunakan redaksi, "Telah terlintas dalam hatiku bahwa anak itu akan terlahir sebagai anak perempuan." Lalu terbukti lahirlah anak perempuan, yakni Ummu Kultsum. ((Hadits diriwayatkan oleh Imam Malik.)) | ||
| + | |||
| + | Dari Aisyah //radhiyallahu 'anha//, dia berkata: Ketika sakit Abu Bakar semakin parah, maka dia berkata, "Ini hari apa?" Kami menjawab, "Hari Senin." Abu Bakar berkata lagi, "Sesungguhnya aku berharap aku meninggal dunia maksimal pada malam ini." | ||
| + | |||
| + | Aisyah //radhiyallahu 'anha// berkata, "Di atas tubuh Abu Bakar ada pakaian yang terdapat bekas parfum dari bahan misik. Maka Abu Bakar berkata, 'Jika aku meninggal dunia nanti, basuhlah pakaianku ini kemudian gabung dengan dua kain baru yang lain. Kafanilah tubuhku dengan ketiga kain tersebut!' Maka kami berkata, 'Apakah tidak lebih baik kita menyediakan tiga lembar kain yang baru semua?' Abu Bakar menjawab, 'Tidak, karena pakaian yang lama akan terkena nanah yang mengalir di badan (kalau jenazahku sudah dimakamkan nanti)'. Ternyata Abu Bakar meninggal pada mala Selasa." **(HR. Bukhari)** ((Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.)) | ||
| - | + | Menurut para ulama ahli sejarah, Abu Bakar //radhiyallahu 'anhu// meninggal dunia pada malam Selasa, tepatnya antara waktu maghrib dan isya pada tanggal 8 Jumadil Awal 13 H. Usia beliau ketika meninggal dunia adalah 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma' binti Umais, istri beliau. Maka, Asma' memandikan jenazahnya kemudian dikebumikan di samping makam Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam//. [[umar-khattab|Umar]] menshalati jenazahnya di antara makam Nabi dan mimbar. Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman, [[umar-khattab|Umar]], Utsman, dan Thalhah bin Ubaidillah. ((Dari Aisyah //radhiyallahu 'anha//, dia berkata, "Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// dan Abu Bakar berdiskusi mengenai hari kelahiran keduanya di sampingku. Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// ternyata lebih tua dibanding Abu Bakar. Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Abu Bakar masih hidup dua tahun setengah sepeninggal Rasulullah." Al Haitsami berkata, "di dalam kitab //shahih//nya disebutkan bahwa beliau meninggal pada usia 63 tahun." Keterangan seperti ini juga disebutkan oleh Ath-Thabari dengan //sanad// yang berkualitas //hasan//. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah //shallallahu 'alaihi wa sallam// meninggal dunia dalam usia 65 tahun, sedangkan Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan usia Rasulullah.)) | |