Perbedaan

Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.

sohabat:tholhah 2008/02/02 22:41 sohabat:tholhah 2008/02/10 10:03 sekarang
Baris 3: Baris 3:
Dia adalah Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Ibunya bernama Ash-Sha'bah binti Al __H__adrami, saudara perempuan Al Ala'. Wanita ini telah menyatakan dirinya sebagai seorang muslimah, sedangkan Thalhah sendiri tergolong sahabat yang masuk Islam pertama kali. Dia adalah Abu Muhammad Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ai. Ibunya bernama Ash-Sha'bah binti Al __H__adrami, saudara perempuan Al Ala'. Wanita ini telah menyatakan dirinya sebagai seorang muslimah, sedangkan Thalhah sendiri tergolong sahabat yang masuk Islam pertama kali.
-Sebelum perang Badar, dia bersama Sa'id bin Zaid telah diutus Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam// untuk memata-matai kafilah orang musyrik yang melintas. Mereka berdua hendak melaporkan perihal kafilah kaum musyrik kepada Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam//, namun Rasulullah telah berangkat ke medan perang Badar bertepatan dengan dengan kepulangan keduanya ke Madinah. Keduanya tidak tahu kalau Nabi //Shallalohu 'alaihi wasallam// telah berangkat menuju peperangan Badar. Maka keduanya sampai di Madinah pada hari Rasulullah sedang bertemu dengan kaum musyrikin di Badar.+Sebelum perang Badar, dia bersama Sa'id bin Zaid telah diutus Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam// untuk memata-matai kafilah orang musyrik yang melintas. Mereka berdua hendak melaporkan perihal kafilah kaum musyrik kepada Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam//, namun Rasulullah telah berangkat ke medan perang Badar bertepatan dengan dengan kepulangan keduanya ke Madinah. Keduanya tidak tahu kalau Nabi //Shallallohu 'alaihi wasallam// telah berangkat menuju peperangan Badar. Maka keduanya sampai di Madinah pada hari Rasulullah sedang bertemu dengan kaum musyrikin di Badar.
Setelah tahu kalau Rasulullah berperang, keduanya segera menyusul beliau dan para sahabat. Namun keduanya menjumpai Rasulullah telah usai berperang. Akhirnya, Rasulullah memberi bagian harta rampasan perang untuk keduanya. Dengan demikian, keduanya dianggap seperti para sahabat lain yang ikut terjun dalam kancah perang Badar. Setelah tahu kalau Rasulullah berperang, keduanya segera menyusul beliau dan para sahabat. Namun keduanya menjumpai Rasulullah telah usai berperang. Akhirnya, Rasulullah memberi bagian harta rampasan perang untuk keduanya. Dengan demikian, keduanya dianggap seperti para sahabat lain yang ikut terjun dalam kancah perang Badar.
-Thalhah juga ikut serta dalam perang Uhud bersama-sama dengan Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam//. Dia telah menjaga Rasulullah dari serangan musuh sampai kedua jari tangannya terpotong.((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3724 dan 4063).)) Pada hari itu Thalhah terluka sebanyak 24 luka. Ada yang mengatakan, sebanyak 75 luka. Jenis lukanya ada yang berupa tusukan, pukulan,maupun terkena tombak. Pada waktu perang Uhud itulah Rasulullah menjulukinya sebagai //Thal__h__atul Khair// (Thalhah yang baik). Pada waktu perang //Dzatul 'Usyairah//, Rasulullah menjulukinya sebagai //Thalhah Al Fayyadh// (Thalhah yang murah hati). Sedangkan pada aktu perang Hunain, Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam// menjulukinya sebagai //Thalhah Al Jud// (Thalhah yang dermawan).+Thalhah juga ikut serta dalam perang Uhud bersama-sama dengan Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam//. Dia telah menjaga Rasulullah dari serangan musuh sampai kedua jari tangannya terpotong.((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3724 dan 4063).)) Pada hari itu Thalhah terluka sebanyak 24 luka. Ada yang mengatakan, sebanyak 75 luka. Jenis lukanya ada yang berupa tusukan, pukulan,maupun terkena tombak. Pada waktu perang Uhud itulah Rasulullah menjulukinya sebagai //Thal__h__atul Khair// (Thalhah yang baik). Pada waktu perang //Dzatul 'Usyairah//, Rasulullah menjulukinya sebagai //Thalhah Al Fayyadh// (Thalhah yang murah hati). Sedangkan pada aktu perang Hunain, Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam// menjulukinya sebagai //Thalhah Al Jud// (Thalhah yang dermawan).
Baris 20: Baris 20:
Diantara putranya yang lain adalah Musa dan Yahya yang berasal dari istrinya yang bernama Sa'ad binti 'Aum. Sedangkan diantara putrinya adalah Ummu Ishaq, yang telah dinikahi oleh Hasan bin [[ali-thalib|Ali]]; Ash-sha'bah dan Maryam, yang berasal dari istrinnya yang merupakan //ummu walad//. Sedangkan putranya yang lain adalah Shalih, yang berasal dari istrinya yang bernama Al-Fari'ah. Diantara putranya yang lain adalah Musa dan Yahya yang berasal dari istrinya yang bernama Sa'ad binti 'Aum. Sedangkan diantara putrinya adalah Ummu Ishaq, yang telah dinikahi oleh Hasan bin [[ali-thalib|Ali]]; Ash-sha'bah dan Maryam, yang berasal dari istrinnya yang merupakan //ummu walad//. Sedangkan putranya yang lain adalah Shalih, yang berasal dari istrinya yang bernama Al-Fari'ah.
 +
=====Sisi Kehidupan Thalhah===== =====Sisi Kehidupan Thalhah=====
-Dari Abdullah bin Az-Zubair //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam// bersabda pada waktu perang Uhud, "Thalhah berhak mendapatkan pahala dan Surga Allah ketika dia telah melakukan sesuatu terhadap Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam//." Maksudnya, ketika dia bersimpuh untuk Rasulullah sehingga beliau menaiki punggungnya. (Ketika itu Rasulullah hendak menaiki sebuah batu besar dan tidak berhasil untuk naik karena posisinya yang terlalu tinggi. Maka Thalhah sengaja bersimpuh untuk dijadikan tumpuan bagi Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam// ---penerj.). **(HR.Imam Ahmad)**+Dari Abdullah bin Az-Zubair //radhiyallahu 'anhu//, dia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam// bersabda pada waktu perang Uhud, "Thalhah berhak mendapatkan pahala dan Surga Allah ketika dia telah melakukan sesuatu terhadap Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam//." Maksudnya, ketika dia bersimpuh untuk Rasulullah sehingga beliau menaiki punggungnya. (Ketika itu Rasulullah hendak menaiki sebuah batu besar dan tidak berhasil untuk naik karena posisinya yang terlalu tinggi. Maka Thalhah sengaja bersimpuh untuk dijadikan tumpuan bagi Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam// ---penerj.). **(HR.Imam Ahmad)**
Dari Aisyah //radhiyallahu'anha//, dia berkata, Jika [[abu-bakar|Abu Bakar]] //radhiyallahu an'hu// teringat pada waktu perang Uhud, maka dia berkata, ' Hari itu adalah milik Thalhah semuanya'." Dari Aisyah //radhiyallahu'anha//, dia berkata, Jika [[abu-bakar|Abu Bakar]] //radhiyallahu an'hu// teringat pada waktu perang Uhud, maka dia berkata, ' Hari itu adalah milik Thalhah semuanya'."
-[[abu-bakar|Abu Bakar]] //radhiyallahu an'hu// berkata, "Aku adalah orang yang pertama kali hadir pada waktu perang Uhud (telah usai). Lalu Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam// bersabda kepadaku dan juga kepada Abu Ubaidah bin Al Jarrah, 'Hendaklah kalian berdua (mengurusnya)'. Yang dimaksud Nabi adalah mengurus Thalhah yang telah banyak mengeluarkan darah. Maka kami mengurus luka Nabi //Shallalohu 'alaihi wasallam// terlebih dahulu dan baru setelah itu mendatangi Thalhah. Ternyata, dia terluka sebanyak 70 luka atau lebih. Luka itu ada yang berupa tikaman, pukulan, maupun lemparan tombak. Bahkan, jarinya ada yang terputus. Maka kami pun merawatnya dengan baik."((Al Hafizh berkata, "Disebutkan sebuah riwayat dalam kitab //Musnad// Ath-Thayalisi yang berasal dari hadits Aisyah, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia berkata, 'Kemudian kami menghampiri Thalhah seusai perang Uhud. Kami menjumpainya terluka sebanyak 70 lebih. Bahkan, jarinya ada yang terpotong'." Di dalam kitab //Al Jihad// karya Ibnu Al Mubarak disebutkan riwayat yang berasal dari jalur Musa bin Thalhah bahwa jari telunjuk Thalhah terpotong. Disebutkan keterangan dari Ya'qub bin Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah, dari ayahnya,dia berkata, "Jari kelingking sebelah kiri milik Thalhah terpotong mulai dari pangkal persendiannya, Ketika itu dia telah menjadi tameng bagi Nabi //Shallalohu 'alaihi wasallam//." Lihat kitab //Al Fath// (VII/102-104).))+[[abu-bakar|Abu Bakar]] //radhiyallahu an'hu// berkata, "Aku adalah orang yang pertama kali hadir pada waktu perang Uhud (telah usai). Lalu Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam// bersabda kepadaku dan juga kepada Abu Ubaidah bin Al Jarrah, '//Hendaklah kalian berdua (mengurusnya)//'. Yang dimaksud Nabi adalah mengurus Thalhah yang telah banyak mengeluarkan darah. Maka kami mengurus luka Nabi //Shallallohu 'alaihi wasallam// terlebih dahulu dan baru setelah itu mendatangi Thalhah. Ternyata, dia terluka sebanyak 70 luka atau lebih. Luka itu ada yang berupa tikaman, pukulan, maupun lemparan tombak. Bahkan, jarinya ada yang terputus. Maka kami pun merawatnya dengan baik."((Al Hafizh berkata, "Disebutkan sebuah riwayat dalam kitab //Musnad// Ath-Thayalisi yang berasal dari hadits Aisyah, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia berkata, 'Kemudian kami menghampiri Thalhah seusai perang Uhud. Kami menjumpainya terluka sebanyak 70 lebih. Bahkan, jarinya ada yang terpotong'." Di dalam kitab //Al Jihad// karya Ibnu Al Mubarak disebutkan riwayat yang berasal dari jalur Musa bin Thalhah bahwa jari telunjuk Thalhah terpotong. Disebutkan keterangan dari Ya'qub bin Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah, dari ayahnya,dia berkata, "Jari kelingking sebelah kiri milik Thalhah terpotong mulai dari pangkal persendiannya, Ketika itu dia telah menjadi tameng bagi Nabi //Shallallohu 'alaihi wasallam//." Lihat kitab //Al Fath// (VII/102-104).))
-Dari Qais, dia berkata, aku telah melihat jari tangan Thalhah terpotong, karena dia melindungi Rasulullah //Shallalohu 'alaihi wasallam// pada waktu perang Uhud." **(HR. Bukhari)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3724 dan 463).))+Dari Qais, dia berkata, aku telah melihat jari tangan Thalhah terpotong, karena dia melindungi Rasulullah //Shallallohu 'alaihi wasallam// pada waktu perang Uhud."**(HR. Bukhari)**((Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3724 dan 463).))
-Dari Musa bin Thalhah, dari Ayahnya --Thalhah bin Ubaidillah //radhiyallahu'anhu//--dia berkata, "Ketika Rasulullah pulang dari perang Uhud, beliau naik keatas mimbar. Lalu Rasulullah mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah kemudian membaca ayat berikut ini, '//Dintara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka diantara mereka ada yang gugur//'. (QS. Al A__h__zaab (33):23) Maka, ada seorang laki-laki yang berdiri sambil berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah mereka yang dimaksud dalam ayat itu?" Lalu aku beserta [[ali-thalib|Ali]] datang sambil memberikan dua buah pakaian berwarna hijau. Maka Rasulullah bersabda,'//Wahai sang penanya, inilah salah satu dari mereka//'."+Dari Musa bin Thalhah, dari Ayahnya --Thalhah bin Ubaidillah //radhiyallahu'anhu// -- dia berkata, "Ketika Rasulullah pulang dari perang Uhud, beliau naik keatas mimbar. Lalu Rasulullah mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah kemudian membaca ayat berikut ini, '//Dintara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka diantara mereka ada yang gugur//'. (QS. Al A__h__zaab (33):23) Maka, ada seorang laki-laki yang berdiri sambil berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah mereka yang dimaksud dalam ayat itu?" Lalu aku beserta [[ali-thalib|Ali]] datang sambil memberikan dua buah pakaian berwarna hijau. Maka Rasulullah bersabda, '//Wahai sang penanya, inilah salah satu dari mereka//'."
-Dari Sa'da binti Auf, dia berkata, "Thalhah datang kepadaku dan ketika itu aku melihatnya sedang murung. Maka aku bertanya, 'Ada apa dengan Anda?" Thalhah menjawab, Harta milikku telah banyak sehingga membuatku merasa gundah'. Aku berkata, 'Mengapa Anda bingung?Bagikan saja harta tersebut!' Maka, Thalhah membagikan harta tersebut sampai tidak tersisa sedirham pun."+Dari Sa'da binti Auf, dia berkata, "Thalhah datang kepadaku dan ketika itu aku melihatnya sedang murung. Maka aku bertanya, 'Ada apa dengan Anda?' Thalhah menjawab, 'Harta milikku telah banyak sehingga membuatku merasa gundah'. Aku berkata, 'Mengapa Anda bingung? Bagikan saja harta tersebut!' Maka, Thalhah membagikan harta tersebut sampai tidak tersisa sedirham pun."
-Thalhah bin Yahya berkata, "Aku bertanya kepada bendahara Thalhah, 'Berapa jumlah harta milik Thalhah?' dia menjawab,'400 ribu'.+Thalhah bin Yahya berkata, "Aku bertanya kepada bendahara Thalhah, 'Berapa jumlah harta milik Thalhah?' dia menjawab, '400 ribu'.
Dari Al Hasan, dia berkata, "Thalhah pernah menjual sebidang tanah seharga 700.000. Uang sebanyak itu dia simpan pada malam harinya. Ternyata dia sulit untuk tidur pada malam itu disebabkan uang tersebut. Maka, pada apagi harinya dia membagikan semua uang tersebut."**(HR. imam Ahmad)**((Al Hafizh berkata, "Al __H__umaidi meriwayatkan di dalam kitab //Al Fawa'id// dari riwayat Qais bin Abi Hatim, dia berkata, "Aku pernah menemani Thalhah bin Ubaidillah. Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih banyak mengumpulkan harta tanpa meminta-minta melebihi dia." Al Hafizh tidak memberikan komentar terhadap riwayat ini. Menurutnya, hadits ini berkualitas //hasan//.)) Dari Al Hasan, dia berkata, "Thalhah pernah menjual sebidang tanah seharga 700.000. Uang sebanyak itu dia simpan pada malam harinya. Ternyata dia sulit untuk tidur pada malam itu disebabkan uang tersebut. Maka, pada apagi harinya dia membagikan semua uang tersebut."**(HR. imam Ahmad)**((Al Hafizh berkata, "Al __H__umaidi meriwayatkan di dalam kitab //Al Fawa'id// dari riwayat Qais bin Abi Hatim, dia berkata, "Aku pernah menemani Thalhah bin Ubaidillah. Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih banyak mengumpulkan harta tanpa meminta-minta melebihi dia." Al Hafizh tidak memberikan komentar terhadap riwayat ini. Menurutnya, hadits ini berkualitas //hasan//.))
-Dai Al Hasan bahwa Thalhah bin Ubidillah telah menjual tanahnya yang berasal dari Utsman seharga 700.000. Maka, Thalhah membawa uang penjualan tanah itu kepada Utsman sambil berkata, "Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang bermalam dengan membawa harta ini. Dia tidak tahu apa yang ditakdirkan Allah pada malam hari. Hal tersebut dikarenakan dia takut terpedaya  dari Allah. Maka, maka malam harinya beberapa orang utusan orang itu menyebar di lorong-lorong kota Madinah, sehingga pada waktu sahur dia tidak lagi memiliki uang walau sedirham."+Dari Al Hasan bahwa Thalhah bin Ubidillah telah menjual tanahnya yang berasal dari Utsman seharga 700.000. Maka, Thalhah membawa uang penjualan tanah itu kepada Utsman sambil berkata, "Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang bermalam dengan membawa harta ini. Dia tidak tahu apa yang ditakdirkan Allah pada malam hari. Hal tersebut dikarenakan dia takut terpedaya  dari Allah. Maka, maka malam harinya beberapa orang utusan orang itu menyebar di lorong-lorong kota Madinah, sehingga pada waktu sahur dia tidak lagi memiliki uang walau sedirham."
sohabat/tholhah.1201966889.txt.gz · terakhir diubah: 2008/02/02 22:41 oleh admin
www.chimeric.de Creative Commons License Valid CSS Driven by DokuWiki do yourself a favour and use a real browser - get firefox!! Recent changes RSS feed Valid XHTML 1.0