Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.
| tabiut:abu-hanifah 2008/11/11 21:40 | tabiut:abu-hanifah 2008/11/11 21:59 sekarang | ||
|---|---|---|---|
| Baris 1: | Baris 1: | ||
| - | ABU HANIFAH AN-NU’MAN | + | ======ABU HANIFAH AN-NU’MAN====== |
| Wajahnya tampan dan ceria, fasih bicaranya dan santun tutur katanya. Tidak terlalu tinggi badannya, tidak juga terlalu pendek sehingga enak dipandang mata. Di samping itu, beliau suka berpenampilan rapi, wajahnya ceria dan gemar memakai wewangian. Ketika muncul di tengah-tengah manusia, mereka bisa menebak kedatangannya dari bau wanginya sebelum melihat orangnya. | Wajahnya tampan dan ceria, fasih bicaranya dan santun tutur katanya. Tidak terlalu tinggi badannya, tidak juga terlalu pendek sehingga enak dipandang mata. Di samping itu, beliau suka berpenampilan rapi, wajahnya ceria dan gemar memakai wewangian. Ketika muncul di tengah-tengah manusia, mereka bisa menebak kedatangannya dari bau wanginya sebelum melihat orangnya. | ||
| Baris 189: | Baris 189: | ||
| Ketika wasiat tersebut terdengar oleh Amirul Mukminin Al-Manshur beliau berkata: “Siapa lagi orang yang lebih bersih dari Abu Hanifah dalam hidup dan matinya.” | Ketika wasiat tersebut terdengar oleh Amirul Mukminin Al-Manshur beliau berkata: “Siapa lagi orang yang lebih bersih dari Abu Hanifah dalam hidup dan matinya.” | ||
| - | Di samping itu, beliau juga berpesan agar jenazahnya kelak dimandikan oleh Al-Hasan bin Amarah. Setelah melaksanakan pesannya, Ibnu Amarah berkata, “Semoga Allah S.W.T merahmati anda wahai Abu Hanifah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa Anda karena jasa-jasa yang telah Anda kerjakan, sungguh Anda tidak pernah putus shaum selama tiga puluh tahun, tidak berbantal ketika tidur selama empat puluh tahun, dan kepergian anda akan membuat lesu para fuqaha setelah Anda.” | + | Di samping itu, beliau juga berpesan agar jenazahnya kelak dimandikan oleh Al-Hasan bin Amarah. Setelah melaksanakan pesannya, Ibnu Amarah berkata, “Semoga Allah S.W.T merahmati anda wahai Abu Hanifah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa Anda karena jasa-jasa yang telah Anda kerjakan, sungguh Anda tidak pernah putus shaum selama tiga puluh tahun, tidak berbantal ketika tidur selama empat puluh tahun, dan kepergian anda akan membuat lesu para fuqaha setelah Anda.” |
| + | |||
| + | --------------------- | ||
| + | Sumber: Pustaka At Tibyan, Solo, Jejak Para Tabi’in | ||
| + | http://umatterbaik.wordpress.com | ||